MAKALAH PENGERTIAN FILSAFAT, PENDIDIKAN, DAN FILSAFAT PENDIDIKAN
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG MASALAH
Filsafat pendidikan merupakan ilmu filsafat yang mempelajari
hakikat pelaksanaan dan pendidikan. Bahan yang dipelajari meliputi tujuan,
latar belakang, cara, hasil dan hakikat pendidikan. Metode yang dilakukan
adalah dengan menganalisa secara kritis struktur dan manfaat pendidikan.
Filsafat pendidikan berupaya untuk memikirkan permasalahan pendidikan. Salah
satu yang dikeritisi secara kongkret adalah relai antara pendidik dan peserta
didik dalam pembelajaran. Salah satu yang sering dibicarakan dewasa ini adalah
pendidikan yang menyentuh aspek pengalaman. Filsafat pendidikan berusaha
menjawab pertanyaan mengenai kebijakan pendidikan, sumber daya manusia, teori
kurikulum dan pembelajaran serta aspek-aspek pendidikan yang lain.
B.
RUMUSAN MASALAH
1.
Apa
pengertian filsafat ?
2.
Apa
pengertian pendidikan ?
3.
Apa
pengertian filsafat pendidikan ?
4.
Mengapa
disebut dengan filsafat pendidikan ?
5.
Bagaimana
cara memahami filsafat?
C.
TUJUAN
1.
Memahami
pengertian filsafat
2.
Memahami
pengertian pendidikan
3.
Memahami
pengertian filsafat pendidikan
4.
Mengetahui
sejarah filsafat pendidikan
5.
Mengetahui
cara memahami filsafat
D.
MANFAAT
1.
Agar
terlatih berfikir serius
2.
Agar
mampu memahami filsafat
3.
Agar
mungkin menjadi filsafat
4.
Agar
menjadi warga Negara yang baik
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Filsafat
Bila dirujuk dari akar kata pembentuknya, filsafat berasal dari
bahasa yunani, yaitu Philo yang berarti cinta dan Sophia yang berarti
bijaksana (wisdom). Dengan
demikian, filafat dapat diartikan sebagai “cinta kepada kebijaksanaan”. Berfilsafat dengan demikian juga
bertujuan hanya untuk mencari, mempertahankan dan melaksanakan
kebenaran/kebijaksanaan atau ditujukan untuk kebenaran itu sendiri, berfilsafat
tidak bertujuan untuk ketenaran, pujian, kekayaan, atau yang lainnya.inilah
yang kemudian dikenal dengan tradisi pemikiran filosofis yunani yaitu suatu
pemahaman atas “kebenaran-kebenaran pertama” (first truth), seperti baik, adil
dan kebenaran itu sendiri, serta penerapan dari kebenaran-kebenaran pertama ini
dalam problema-problema kehidupan. Namun dalam perkembangannya, pengertian ini
banyak ditolak oleh filosof-filosof yang lainnya dengan lebih menyakini
filsafat sebagai pemikiran “teoritik” secara keseluruhan daripada sekadar
perhatian kepada petunjuk moral atau tingkah laku.
1.
Filsafat
adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang
biasanya diterima secara tidak kritis. Definisi ini merupakan arti yang
informal tentang filsafat.
2.
Filsafat
adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang
sangat kita junjung tinggi. Pengertian filsafat ini merefleksikan bentuk atau
tugas dari filsafat kritik, khususnya dalam mengkritik keyakinan-keyakinan
dalam kehidupan kita sehari-hari.
3.
Filsafat
adalah usaha untuk mendapatkan gambaran keseluruhan. Inilah yang menjadi tugas
dari filsafat spekulatif dalam usahanya mentrandensikan pengalaman-pengalaman
dan ilmu pengetahuan dalam visi atau gambaran yang komprehensif.
4.
Filsafat
adalah sebagai analisis logis dari bahasa dan penjelasan tentang arti kata dan
konsep. Pengertian ini termasuk dalam kategori kerja filsafat kritik
sebagaimana telah diuraikan sebelumnya bahwa filsafat mempunyai tugas
menganalisis konsep-konsep seperti substansi, gerak, waktu, dan sebagainya.
5.
Filsafat
adalah sekumpulan problema-problema yang langsung serta mendapat perhatian dari
manusia dan yang dicarikan jawabannya oleh ahli-ahli filsafat. Pengertian ini
pada prinsipnya berada dalam pemikiran para filsuf dalam rangka menjawab
berbagai problematika kehidupan dan tentunya terus berlangsung tanpa mengenal
titik lelah (Widodo,2007:9)
B.
Pengertian Pendidikan
Kata pendidikan berdasar KBI berasal dari kata ‘didik’ dan kemudian
mendapat imbuhan ‘pe’ dan akhiran ‘an’,
maka kata ini mempunyai arti proses atau cara atau perbuatan mendidik.
Kata pendidikan juga berasal dari bahasa yunani kuno yaitu dari
kata “pedagogi” kata dasarnya “paid” yang beratikan “anak” dan juga kata
“ogogos” artinya “membimbing”. Dari beberapa kata tersebut maka kita simpulkan
kata pedagos dalam bahasa yunani adalah ilmu yang mempelajari tentang seni
mendidik anak. Secara bahasa definisi pendidikan adalah proses pengubahan sikap
dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia
melalaui upaya pengajaran dan pelatihan yang sesuai prosedur pendidikan itu
sendiri.
Kemudian kita berlanjut pada UU tentang adanya pendidikan tersebut,
menurut UU No. 20 tahun 2003 pengertian pendidikan adalah sebuah usaha yang di
lakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif
potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, membangun
kepribadian ,pengendalian diri,kecerdasan,akhlak mulia,serta keterampilan yang
diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Undang-undang inilah yang
menjadi dasar berdirinya proses pendidikan yang ada di negara Indonesia.
Pengertian
pendidikan menurut para ahli, sebelum kita mengambil pendapat filosofi
pendidikan dari orang barat, maka kita mengambil pengertian pendidikan
berdasarkan apa yang disampaikan oleh bapak pendidikan nasional Indonesia Ki
Hajar Dewantara, beliau telah menjelaskan tentang pengertian pendidikan sebagai
berikut:
“
pendidikan yaitu tuntunan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya,
pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu,
agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggita masyarakat dapatlah mencapai
keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.”
Pengertian
pendidikan atau definisinya menurut pendapat para ahli lain yaitu :
a.
pengertian
pendidikan menurut: Prof. Dr. M.J Langeveld:
“
pendidikan ialah pemberian bimbingan dan bantuan rohani bagi yang masih
memerlukannya ”.
b.
Prof.
Zaharai Idris seorang ahli
epistimologi juga menyampaikan pendapatnya tentang pengertian pendidikan ialah:
“pendidikan
ialah serangkaian kegiatan komunikasi yang bertujuan, antara manusia dewasa
dengan si anak didik secara tatap muka atau dengan menggunakan media dalam
rangka memeberikan bantuan terhadap perkembangan anak seutuhnya”.
c.
Pengertian
pendidikan menurut H. Horne:
“pendidikan
adalah proses yang dilakukan terus menerus dari penyesuaian yang lebih tinggi
bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas
dan sadar kepada tuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual,
emosional dan kemanusiaan dari manusia”.
d.
Pengertian
pendidikan menurut Ahmad D. Marimba:
beliau
juga berpendapat bahwa pendidikan adalah “bimbingan atau pimpinan secara sadar
oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani terdidik menuju
terbentuknya kepribadian yang utama”.
e.
Terakhir
pendidikan menurut John Dewey :
“pendidikan
adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan yang fundamental secar intlektual
dan emosional ke arah alam dan sesama manusia”.
Dari beberapa pendapat yang telah disampaikan oleh para ahli di
atas maka kita bisa mengambil kesimpulan bahwa pengertian pendidikan adalah
proses melakukan bimbingan, pembinaan atau pertolongan yang diberikan oleh
orang dewasa kepada perkembangan anak untuk mencapai kedewasaannya agar anak
cukup mampu untuk melaksanakan tugas hidupnya endiri secara mandiri tidak
terlalu bergantung terhadap bantuan dari orang lain
C.
Pengertian Filsafat Pendidikan
Filsafat pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki
hakikat pelaksanaan pendidikan yang bersangkut paut dengan tujuan, latar
belakang, cara dan hasilnya, serta hakikat ilmu pendidikan yang berhubungan
dengan analisis kitis terhadap struktur dan pendidikan itu sendiri.
Filsafat pendidikan menurut Al-Syaibani adalah “pelaksanaan
pandangan filsafat dan kaidah falsafah dalam bidang pendidikan. Filsafat itu
mencerminkan satu segi pelaksanaan falsafah umum dan menitik beratkan kepada
pelaksanaan prinsip-prinsipdan kepercayaan-kepercayaan yang menjadi dasar dari
falsafah umum yang dalam menyelesaikan masalah-masalah pendidikan secara
praktis”. Selanjutnya ia berpandangan bahwa filsafat pendidikan seperti halnya
filsafat secara umum berusaha mencari yang hak dan hakikat serta masalah yang
berkaitan dengan proses pendidikan.
Filsafat pendidikan sendiri adalah ilmu yang memepelajari dan
berusaha mengadakan penyelesaian terhadap masalah-masalah pendidikan yang
bersifat filosofis jadi jika ada masalah atas pertanyaan-pertanyaan soal
pendidikan yang bersifat filosofis. Wewenang filsafat pendidikanlah untuk
menjawab dan menyelesaikannya. Pendidikan sendiri pada hakikatnya merupakan
proses filsafat yang dikembangkan untuk
memenuhi kebutuhan hidup dan kehidupan yang lebih baik atau sempurna dari
keadaan sebelumnya.
D.
Sejarah Filsafat Pendidikan
Sejarah perkembangan filsafat pada umunya dimulai dari mitologi
yang berkembang di masyarakat yunani kuno.sebelum filsafat berdiri dengan jadi
dirinya yang asli sebagai filsafat, mitos merupakan filsafat sendiri yang
menurut penciptanya sama sekali bukan mitos melainkan cara berfikir empiris,
logis, dan realistis.
Salah satu bangsa yang cerdas dalam menyampaikan pesan-pean
filosofi melalui berbagai mitos adalah yunani kuno. Mitos diungkapkan melalui
berbgai pendekatan, misalnya puisi, cerita rakyat, sastra, karya pahatan,
bangun-bangunan bersejarah yang melegenda. Mitos adalah pencerahan masyarakat
yang hidup pada masa lalu dalam menemukan jawaban-jawaban atas masalah yang
disebabkan oleh situasi dan kondisi alam. Kemarahan alam dengan berbagai
peristiwa yang membinggungkan masyarakat, seperti gunung meletus, bencana
banjir, dan sebagainya yang menewaskan ribuan manusia. Karena belum tersentuh
oleh pengetahuan dan penemuan ilmiah hanya dapat dijawab oleh sistem berfikir
masyarakat yang disebut dengan mitos
Yunani memiliki kesusastraan yang sangat tinggi mulai personifikasi
dan legenda, dongeng-dongeng, dan teka-teki kehidupan. karya puitis homerus
yang berjudul Illias da Oddeysea menduduki tempat yang istimewa dalam kasus
kesusastraan yunani dan dapat diebut ebagai kesusastraan didunia. Peranan
kesusastraan yang dibuat Homerus bahkan dapat diibaratkan seperti wayang
dipulau jawa yang memepunya pengaruh yang luar biasa dalam pendidikan
masyarakat.
Sampai sekarang, cerita-cerita yang dikembangkan dalam
dongeng-dongeng tersebut masih memengaruhi seni dan peradaban yang diidamkan
oleh sebuah negeri besar dan maju, seperti Jerman dan konsep Nazi-nya dan
Amerika Serikat dengan ambisi sengai polisi dunianya. Secara tidak disadari,
keinginan dua negeri ini, didasari oleh sebuah impian Homerus yang menginginkan
negara kota (polis) untuk dipimpin oleh sebuah garda beradab.
E.
Cara Memahami Filsafat
Isi filsafat ialah buah pikiran filosof. Bagaimana cara
mempelajarinya ? ini adalah kata lain dari bagaimana cara memahaminya. Pertama
sekali perlu kiranya diketahui isi filsafat amat luas. Luasnya itu disebabkan
pertama oleh luasnya objek penelitian (Objek material) filsafat, yaitu segala
yang ada dan mungkin ada. Sebab lain filsafat adalah cabang pengetahuan yang
tertua. Dan sebab ketiga adalah pendapat filosof tidak ada yang tidak layak
dipelajari, tidak ada filsafat yang ketinggalan zaman. Lalu, bagaimana
mengahadapinya ? dari mana memulainya ? ada tiga macam metode mempelajari
filsafat : metode sistematik, metode histories, metode kritis. Metode sistemati
berarti pelajar menghadapi karya filsafat misalnya mula-mula pelajar menghadapi
teori pengetahuan yang terdiri atas beberapa cabang filsafat. Setelah itu ia
mempelajari teori hakikat yang merupakan cabang lain. Kemudian ia mempelajari
teori nilai atau filsafat nilai. Metode histories digunakan bila para pelajar
mempelajari filsafat dengan cara mengikuti sejarahnya, jadi sejarah pemikiran.
Metode kritis digunakan oleh mereka yang mempelajari filsafat tingkat intensif.
Pelajar haruslah sedikit banyak telah memiliki pengetahuan filsafat.
SIMPULAN
Filsafat pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki
hakikat pelaksanaan pendidikan yang bersangkut paut dengan tujuan, latar
belakang, cara dan hasilnya, serta hakikat ilmu pendidikan yang berhubungan
dengan analisis kitis terhadap struktur dan pendidikan itu sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
1. Wijaya Kusuma, filsafat ilmu
pendidikan, (Online), edisi 01 Desember 2007, (dalam http://wijayalaba.blogspot.com/2007/filsafat-ilmu-pendidikan. html., diakses 28-09-2010)
2. Uyoh Sadulloh, pengantar
filsafat pendidikan, Bandung: CV. Alfabeta, 2007, hal. 71-72.
3. Akhmad Sudrajat, idealisme
dalam filsafat pendidikan,(Online), (dalam
http:/akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/11/idealisme-dalam-filsafat-pendidikan/,
diakses 04-10-2010)
4. Jalal, Fasli & Supriadi. 2001.
Reformasi pendidikan dalam konteks otonomi daerah. Yogyakarta: Adicita Karya
Nusa
5. O’neil, William F. 2001.
Ideologi-ideologi pendidikan, Alih bahasa: Omi Intan Naumi. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar
6. Sidi, Indra Djti, 2001. Menuju
Masyarakat Belajar Menggagas Paradigma Baru Pendidikan. Jakarta: Paramadina.
7. Thut, I.N & Don Adams, 2005.
Pola-pola Pendidikan Dalam Masyarakat Kontemporer. Penerjemah: SPA Team Work.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
8. Tilaar, H.A.R.1997. Pengembangan
Sumber Daya Manusia Dalam Era Globalisasi Visi,Misi, dan Program Aksi
Pendidikan dan Pelatihan Menuju 2020. Jakarta: PT. Grasindo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar