Selasa, 24 November 2015

MAKALAH PENGERTIAN FILSAFAT PENDIDIKAN

MAKALAH PENGERTIAN FILSAFAT, PENDIDIKAN, DAN FILSAFAT PENDIDIKAN

PENDAHULUAN
A.  LATAR BELAKANG MASALAH
Filsafat pendidikan merupakan ilmu filsafat yang mempelajari hakikat pelaksanaan dan pendidikan. Bahan yang dipelajari meliputi tujuan, latar belakang, cara, hasil dan hakikat pendidikan. Metode yang dilakukan adalah dengan menganalisa secara kritis struktur dan manfaat pendidikan. Filsafat pendidikan berupaya untuk memikirkan permasalahan pendidikan. Salah satu yang dikeritisi secara kongkret adalah relai antara pendidik dan peserta didik dalam pembelajaran. Salah satu yang sering dibicarakan dewasa ini adalah pendidikan yang menyentuh aspek pengalaman. Filsafat pendidikan berusaha menjawab pertanyaan mengenai kebijakan pendidikan, sumber daya manusia, teori kurikulum dan pembelajaran serta aspek-aspek pendidikan yang lain.
B.  RUMUSAN MASALAH
1.      Apa pengertian filsafat ?
2.      Apa pengertian pendidikan ?
3.      Apa pengertian filsafat pendidikan ?
4.      Mengapa disebut dengan filsafat pendidikan ?
5.      Bagaimana cara memahami filsafat?

C.  TUJUAN
1.      Memahami pengertian filsafat
2.      Memahami pengertian pendidikan
3.      Memahami pengertian filsafat pendidikan
4.      Mengetahui sejarah filsafat pendidikan
5.      Mengetahui cara memahami filsafat

D. MANFAAT
1.      Agar terlatih berfikir serius
2.      Agar mampu memahami filsafat
3.      Agar mungkin menjadi filsafat
4.      Agar menjadi warga Negara yang baik

PEMBAHASAN
A.    Pengertian Filsafat
Bila dirujuk dari akar kata pembentuknya, filsafat berasal dari bahasa yunani, yaitu Philo yang berarti cinta dan Sophia yang berarti bijaksana (wisdom).       Dengan demikian, filafat dapat diartikan sebagai “cinta kepada kebijaksanaan”.        Berfilsafat dengan demikian juga bertujuan hanya untuk mencari, mempertahankan dan melaksanakan kebenaran/kebijaksanaan atau ditujukan untuk kebenaran itu sendiri, berfilsafat tidak bertujuan untuk ketenaran, pujian, kekayaan, atau yang lainnya.inilah yang kemudian dikenal dengan tradisi pemikiran filosofis yunani yaitu suatu pemahaman atas “kebenaran-kebenaran pertama” (first truth), seperti baik, adil dan kebenaran itu sendiri, serta penerapan dari kebenaran-kebenaran pertama ini dalam problema-problema kehidupan. Namun dalam perkembangannya, pengertian ini banyak ditolak oleh filosof-filosof yang lainnya dengan lebih menyakini filsafat sebagai pemikiran “teoritik” secara keseluruhan daripada sekadar perhatian kepada petunjuk moral atau tingkah laku.
1.      Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. Definisi ini merupakan arti yang informal tentang filsafat.
2.      Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang sangat kita junjung tinggi. Pengertian filsafat ini merefleksikan bentuk atau tugas dari filsafat kritik, khususnya dalam mengkritik keyakinan-keyakinan dalam kehidupan kita sehari-hari.
3.      Filsafat adalah usaha untuk mendapatkan gambaran keseluruhan. Inilah yang menjadi tugas dari filsafat spekulatif dalam usahanya mentrandensikan pengalaman-pengalaman dan ilmu pengetahuan dalam visi atau gambaran yang komprehensif.
4.      Filsafat adalah sebagai analisis logis dari bahasa dan penjelasan tentang arti kata dan konsep. Pengertian ini termasuk dalam kategori kerja filsafat kritik sebagaimana telah diuraikan sebelumnya bahwa filsafat mempunyai tugas menganalisis konsep-konsep seperti substansi, gerak, waktu, dan sebagainya.
5.      Filsafat adalah sekumpulan problema-problema yang langsung serta mendapat perhatian dari manusia dan yang dicarikan jawabannya oleh ahli-ahli filsafat. Pengertian ini pada prinsipnya berada dalam pemikiran para filsuf dalam rangka menjawab berbagai problematika kehidupan dan tentunya terus berlangsung tanpa mengenal titik lelah (Widodo,2007:9)

B.     Pengertian Pendidikan
Kata pendidikan berdasar KBI berasal dari kata ‘didik’ dan kemudian mendapat imbuhan ‘pe’  dan akhiran ‘an’, maka kata ini mempunyai arti proses atau cara atau perbuatan mendidik.
Kata pendidikan juga berasal dari bahasa yunani kuno yaitu dari kata “pedagogi” kata dasarnya “paid” yang beratikan “anak” dan juga kata “ogogos” artinya “membimbing”. Dari beberapa kata tersebut maka kita simpulkan kata pedagos dalam bahasa yunani adalah ilmu yang mempelajari tentang seni mendidik anak. Secara bahasa definisi pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalaui upaya pengajaran dan pelatihan yang sesuai prosedur pendidikan itu sendiri.
Kemudian kita berlanjut pada UU tentang adanya pendidikan tersebut, menurut UU No. 20 tahun 2003 pengertian pendidikan adalah sebuah usaha yang di lakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif  potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, membangun kepribadian ,pengendalian diri,kecerdasan,akhlak mulia,serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Undang-undang inilah yang menjadi dasar berdirinya proses pendidikan yang ada di negara Indonesia.
Pengertian pendidikan menurut para ahli, sebelum kita mengambil pendapat filosofi pendidikan dari orang barat, maka kita mengambil pengertian pendidikan berdasarkan apa yang disampaikan oleh bapak pendidikan nasional Indonesia Ki Hajar Dewantara, beliau telah menjelaskan tentang pengertian pendidikan sebagai berikut:
“ pendidikan yaitu tuntunan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggita masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.”
Pengertian pendidikan atau definisinya menurut pendapat para ahli lain yaitu :
a.       pengertian pendidikan menurut: Prof. Dr. M.J Langeveld:
“ pendidikan ialah pemberian bimbingan dan bantuan rohani bagi yang masih memerlukannya ”.
b.      Prof. Zaharai Idris seorang ahli epistimologi juga menyampaikan pendapatnya tentang pengertian pendidikan ialah:
“pendidikan ialah serangkaian kegiatan komunikasi yang bertujuan, antara manusia dewasa dengan si anak didik secara tatap muka atau dengan menggunakan media dalam rangka memeberikan bantuan terhadap perkembangan anak seutuhnya”.
c.       Pengertian pendidikan menurut H. Horne:
“pendidikan adalah proses yang dilakukan terus menerus dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada tuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan kemanusiaan dari manusia”.
d.      Pengertian pendidikan menurut Ahmad D. Marimba:
beliau juga berpendapat bahwa pendidikan adalah “bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama”.
e.       Terakhir pendidikan menurut John Dewey :
“pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan yang fundamental secar intlektual dan emosional ke arah alam dan sesama manusia”.
Dari beberapa pendapat yang telah disampaikan oleh para ahli di atas maka kita bisa mengambil kesimpulan bahwa pengertian pendidikan adalah proses melakukan bimbingan, pembinaan atau pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa kepada perkembangan anak untuk mencapai kedewasaannya agar anak cukup mampu untuk melaksanakan tugas hidupnya endiri secara mandiri tidak terlalu bergantung terhadap bantuan dari orang lain
C.    Pengertian Filsafat Pendidikan
Filsafat pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakikat pelaksanaan pendidikan yang bersangkut paut dengan tujuan, latar belakang, cara dan hasilnya, serta hakikat ilmu pendidikan yang berhubungan dengan analisis kitis terhadap struktur dan pendidikan itu sendiri.
Filsafat pendidikan menurut Al-Syaibani adalah “pelaksanaan pandangan filsafat dan kaidah falsafah dalam bidang pendidikan. Filsafat itu mencerminkan satu segi pelaksanaan falsafah umum dan menitik beratkan kepada pelaksanaan prinsip-prinsipdan kepercayaan-kepercayaan yang menjadi dasar dari falsafah umum yang dalam menyelesaikan masalah-masalah pendidikan secara praktis”. Selanjutnya ia berpandangan bahwa filsafat pendidikan seperti halnya filsafat secara umum berusaha mencari yang hak dan hakikat serta masalah yang berkaitan dengan proses pendidikan.
Filsafat pendidikan sendiri adalah ilmu yang memepelajari dan berusaha mengadakan penyelesaian terhadap masalah-masalah pendidikan yang bersifat filosofis jadi jika ada masalah atas pertanyaan-pertanyaan soal pendidikan yang bersifat filosofis. Wewenang filsafat pendidikanlah untuk menjawab dan menyelesaikannya. Pendidikan sendiri pada hakikatnya merupakan proses filsafat yang  dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kehidupan yang lebih baik atau sempurna dari keadaan sebelumnya.
D.    Sejarah Filsafat Pendidikan
Sejarah perkembangan filsafat pada umunya dimulai dari mitologi yang berkembang di masyarakat yunani kuno.sebelum filsafat berdiri dengan jadi dirinya yang asli sebagai filsafat, mitos merupakan filsafat sendiri yang menurut penciptanya sama sekali bukan mitos melainkan cara berfikir empiris, logis, dan realistis.
Salah satu bangsa yang cerdas dalam menyampaikan pesan-pean filosofi melalui berbagai mitos adalah yunani kuno. Mitos diungkapkan melalui berbgai pendekatan, misalnya puisi, cerita rakyat, sastra, karya pahatan, bangun-bangunan bersejarah yang melegenda. Mitos adalah pencerahan masyarakat yang hidup pada masa lalu dalam menemukan jawaban-jawaban atas masalah yang disebabkan oleh situasi dan kondisi alam. Kemarahan alam dengan berbagai peristiwa yang membinggungkan masyarakat, seperti gunung meletus, bencana banjir, dan sebagainya yang menewaskan ribuan manusia. Karena belum tersentuh oleh pengetahuan dan penemuan ilmiah hanya dapat dijawab oleh sistem berfikir masyarakat yang disebut dengan mitos
Yunani memiliki kesusastraan yang sangat tinggi mulai personifikasi dan legenda, dongeng-dongeng, dan teka-teki kehidupan. karya puitis homerus yang berjudul Illias da Oddeysea menduduki tempat yang istimewa dalam kasus kesusastraan yunani dan dapat diebut ebagai kesusastraan didunia. Peranan kesusastraan yang dibuat Homerus bahkan dapat diibaratkan seperti wayang dipulau jawa yang memepunya pengaruh yang luar biasa dalam pendidikan masyarakat.
Sampai sekarang, cerita-cerita yang dikembangkan dalam dongeng-dongeng tersebut masih memengaruhi seni dan peradaban yang diidamkan oleh sebuah negeri besar dan maju, seperti Jerman dan konsep Nazi-nya dan Amerika Serikat dengan ambisi sengai polisi dunianya. Secara tidak disadari, keinginan dua negeri ini, didasari oleh sebuah impian Homerus yang menginginkan negara kota (polis) untuk dipimpin oleh sebuah garda beradab.
E.     Cara Memahami Filsafat
Isi filsafat ialah buah pikiran filosof. Bagaimana cara mempelajarinya ? ini adalah kata lain dari bagaimana cara memahaminya. Pertama sekali perlu kiranya diketahui isi filsafat amat luas. Luasnya itu disebabkan pertama oleh luasnya objek penelitian (Objek material) filsafat, yaitu segala yang ada dan mungkin ada. Sebab lain filsafat adalah cabang pengetahuan yang tertua. Dan sebab ketiga adalah pendapat filosof tidak ada yang tidak layak dipelajari, tidak ada filsafat yang ketinggalan zaman. Lalu, bagaimana mengahadapinya ? dari mana memulainya ? ada tiga macam metode mempelajari filsafat : metode sistematik, metode histories, metode kritis. Metode sistemati berarti pelajar menghadapi karya filsafat misalnya mula-mula pelajar menghadapi teori pengetahuan yang terdiri atas beberapa cabang filsafat. Setelah itu ia mempelajari teori hakikat yang merupakan cabang lain. Kemudian ia mempelajari teori nilai atau filsafat nilai. Metode histories digunakan bila para pelajar mempelajari filsafat dengan cara mengikuti sejarahnya, jadi sejarah pemikiran. Metode kritis digunakan oleh mereka yang mempelajari filsafat tingkat intensif. Pelajar haruslah sedikit banyak telah memiliki pengetahuan filsafat.

SIMPULAN
Filsafat pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakikat pelaksanaan pendidikan yang bersangkut paut dengan tujuan, latar belakang, cara dan hasilnya, serta hakikat ilmu pendidikan yang berhubungan dengan analisis kitis terhadap struktur dan pendidikan itu sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

1.      Wijaya Kusuma, filsafat ilmu pendidikan, (Online), edisi 01 Desember 2007, (dalam http://wijayalaba.blogspot.com/2007/filsafat-ilmu-pendidikan. html., diakses 28-09-2010)
2.      Uyoh Sadulloh, pengantar filsafat pendidikan, Bandung: CV. Alfabeta, 2007, hal. 71-72.
3.      Akhmad Sudrajat, idealisme dalam filsafat pendidikan,(Online), (dalam http:/akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/11/idealisme-dalam-filsafat-pendidikan/, diakses 04-10-2010)
4.      Jalal, Fasli & Supriadi. 2001. Reformasi pendidikan dalam konteks otonomi daerah. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa
5.      O’neil, William F. 2001. Ideologi-ideologi pendidikan, Alih bahasa: Omi Intan Naumi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
6.      Sidi, Indra Djti, 2001. Menuju Masyarakat Belajar Menggagas Paradigma Baru Pendidikan. Jakarta: Paramadina.
7.      Thut, I.N & Don Adams, 2005. Pola-pola Pendidikan Dalam Masyarakat Kontemporer. Penerjemah: SPA Team Work. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

8.      Tilaar, H.A.R.1997. Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Era Globalisasi Visi,Misi, dan Program Aksi Pendidikan dan Pelatihan Menuju 2020. Jakarta: PT. Grasindo  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar