Selasa, 24 November 2015

MAKALAH FAKTOR PEMENGARUH MENYIMAK JENIS KELAMIN DAN LINGKUNGAN

BAB I
PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG MASALAH
  Menyimak adalah kegiatan mendengarkan suatu informasi yang disampaikan oleh orang lain secara lisan, dari kegiatan menyimak sendiri kita di harapkan bisa menangkap informasi dengan baik sehingga kita bisa mengolah informasi tersebut dengan baik untuk di sampaikan lagi kepada orang lain.
  Menyimak sendiri memiliki berbagai faktor yang mempengaruhi menyimak diantaranya adalah faktor fisik,faktor psikologis,faktor pengalaman,faktor sikap,faktor motivasi,faktor jenis kelamin,faktor lingkungan,faktor peranan dalam masyarakat serta kebiasaan jelek dalam menyimak.
B.RUMUSAN MASALAH
1. Apa saja faktor yang mempengaruhi menyimak?
2. Bagaimana peranan menyimak dalam masyarakat ?
2. Apa saja kebiasaan jelek dalam menyimak ?
C.TUJUAN
1. untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi menyimak
2. untuk mengetahui kebiasaan jelek dalam kegiatan menyimak
3. untuk mengetahui perilaku menyimak yang jelek
4. untuk menegtahui aneka masalah dalam menyimak



D.MANFAAT
1. Mahasiswa mampu mendeskripsikan hakikat menyimak
2. Mahasiswa dapat membedakan antara faktor-faktor yang mempengaruhi menyimak
3. Mahasiswa dapat mengetahui jenis-jenis kebiasaan jelek dalam kegiatan menyimak
















BAB II
PEMBAHASAN
( Faktor pemengaruh menyimak )
1.      FAKTOR JENIS KELAMIN
Dari beberapa penelitian, beberapa pakar menarik kesimpulan bahwa pria dan wanita pada umumnya mempunyai perhatian yang berbeda, dan cara mereka memusatkan perhatian pada sesuatu pun berbeda pula. dan hal ini merupakan salah satu faktor dalam menyimak. Namun sikap khas perempuan juga bisa dimiliki oleh laki-laki, begitu pula sebaliknya, jadi sikap umum laki-laki dan perempuan tidak relatif.
Berikut perbedaan gaya menyimak berdasarkan perbedaan jenis kelamin (Silverman, 1970; webb,1975: 139) :

Perbedaan Gaya Menyimak
Pria
Wanita
Objektif
Subjektif
Aktif
Pasif
Keras hati
Simpatik
Analisis
Difusif
Rasional
Sensitif
Tidak mau mundur
Mudah terpengaruh
Netral
Cenderung memihak
Intrusif
Mudah mengalah
Berdikari
Reseptif
Swasembada
Bergantung
Menguasai emosi
Emosional
                                   

            Dengan pengetahuan sekadarnya mengenai perbedaan gaya menyimak pria dan wanita ini, para guru dapat lebih bijaksana menghadapi para siswa putra dan siswa putri dalam kegiatan menyimak dalam kelas, misalnya dalam pemilihan bahan dan cara mengevaluasi keberhasilan keaktifan atau kegiatan menyimak itu.

2.      FAKTOR LINGKUNGAN
Pengaruh lingkungan terhadap keberhasilan menyimak khususnya terhadap keberhasilan belajar para siswa pada umumnya sangat besar pengaruhnya, baik yang menyangkut lingkungan fisik ruangan kelas, maupun yang berkaitan dengan suasana sosial kelas.
a.  Lingkungan Fisik
1) Di dalam ruangan guru harus dapat mengatur  dan menata letak meja dan kursi sedemikian rupa sehingga setiap siswa mendapat kesempatan yang sama untuk menyimak dan disimak.
2) Sarana kerja harus ditempatkan berdekatan satu dan lainnya sehingga para siswa dapat berkomunikasi dengan baik bahkan harus dapat meningkatkan penyimakan yang baik.
3) Guru harus berbicara dengan suara yang menyenangkan, memberikan pengarahan yang jelas dan tepat lagi tegas.
4) Guru harus menampilkan kegiatan yang dapat memotivasi atau mendorong anak didik untuk dapat dengan mudah mengganti peranan mereka sebagai penyimak dan pembicara. Seperti, ikut dalam diskusi panel, symposium, dan seminar.
b. Lingkungan Sosial
Guru menciptakan suasana yang mendorong anak-anak untuk mengalami, mengekspresikan, serta mengevaluasi ide-ide memang penting sekali diterapkan kalau keterampilan berkomunikasi dan seni berbahasa dikembangkan dan berkembang, jadi nyatalah suasana saat guru merencanakan pengalaman-pengalaman yang memungkinkan anak-anak dapat memanfaatkan situasi ruangan kelas untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi mereka memang sesuai dan sejalan dalam perencanaan kurikulum secara keseluruhan

3.      PERANAN DALAM MASYARAKAT
Contoh faktor peranan menyimak dalam masyarakat :
a.      Peranan sebagai guru dan pendidik
Ingin sekali menyimak ceramah, kuliah atau siaran-siaran radio dan televise yang berhubungan dengan masalah pendidikan dan pengajaran baik di tanah air maupun luar negeri.

b.       Sebagai seorang berpendidikan (mahasiswa)
Mahasiswa harus dapat menyimak lebih seksama dan penuh perhatian dibandingkan dengan karyawan harian sebuah perusahaan.

c.       Sebagai spesialis dan pakar dari berbagai profesi seperti hakim, psikolog, antropolog, sosiolog, apoteker dan lainnya.
Pasti akan haus menyimak hal-hal yang ada kaitannya dengan mereka dengan profesi dan keahlian mereka, yang dapat memperluas cakrawala pengetahuan mereka.

4.  KEBIASAAN JELEK DALAM MENYIMAK
a.      Menyimak Lompat Tiga
Orang berbicara mempergunakan kata-kata dengan kecepatan kira-kira 125 buah kata per menit dan kebanyakan orang dapat berpikir dengan mudah dengan kecepatan empat kali dari kecepatan berbicara tadi, dan ternyata hal ini amat susah sekali karena akan memeperlambat kecepatan berpikir kita, sebab kita mempunyai kira-kira 400 kata per menit untuk berpikir untuk menghadapi orang yang berbicara kepada kita.
Berikut ini adalah hal-hal yang membantu penyimak agar dapat menghindari petualangan mental berpikir, seperti pikiran kita di tempat lain atau tentang hal lain :
a. Mengetahui terlebih dahulu apa yang harus dikatakan oleh pembicara, Tanya pada diri kita sendiri “Apa yang hendak ditemukan oleh pembicara? Maksud apa yang hendak dicapainya?”.
b. Merangkum secara mental apa yang dikatakan dan tujuan yang telah dicapai oleh pembicara.
c. Mempertimbangkan keterangan pembicara dengan jalan menanyakan secara mental, seperti fakta-fakta yang dikemukakan.
d. Mendengarkan, menyimak yang “tersirat”, seperti perubahan nada suara, gerak-gerik tangan dan mimik mengandung makna tertentu.

b.  Menyimak “Saya dapat Fakta”
Ketika menjadi penyimak yang baik, tentu kita akan menyimak ide-ide utama gagasan-gagasan penting, fakta-fakta yang disodorkan, kemudian pertimbangkanlah satu terhadap lainnya dan menyusun hubungannya satu sama lain, garaplah ide-ide bukan hanya terbatas pada serangkaian fakta yang kebetulan dapat diingat saja.
c.  Nada Tulis Emosional
Demi kegiatan menyimak yang lebih baik dan tepat guna perhatikanlah reaksi kita terhadap kata-kata yang menimbulkan noda ketulisan emosional seperti seks, pelacur, komunis, koruptor, tukang kredit, panti pijat, tuan tanah dan pembunuhan, dan lain-lain, kata-kata seperti itu sebaiknya ditandai dan analisislah baik-baik untuk lebih mendalam mengapa kata-kata tersebut mengganggu, penilaian dan telaah yang seksama biasanya akan mencerminkan bahwa sebenarnya kata-kata tersebut tidak akan mengganggu sama sekali.
d. Menyimak Supersensitif
Ketika kita telah mengembangkan pendapat atau prasangka yang mendalam, seorang yang berbicara kepada kita mungkin tanpa disadari secara lisan akan menghina kita dengan kata-kata yang menusuk hati, dan secara spontan kita akan menghentikan simakan kita terhadapnya, kita mencoba menginterupsinya, merencanakan suatu pertanyaan pelik yang memalukannya ataupun bantahan yang benar-benar menusuk hatinya, oleh karena itu sebelum hal itu terjadi awasilah diri kita sendiri dan selalulah simak baik-baik ujaran, cermah, kuliah, dan pidato orang tersebut, setelah dia selesai berbicara barulah rencanakan pertanyaan-pertanyaan serta bantahan yang akan dilontarkan kepadanya.
e. Menghindari Penjelasan yang Sulit
Biasanya kita menghindari penjelasan yang sulit dari suatu pembicaraan sehingga kegiatan menyimak menjadi tidak efektif, oleh karena itu simaklah baik-baik diskusi mengenai subjek yang menuntut upaya untuk memahami dan mengerti makna seperti komentar-komentar di suatu diskusi panel, karena masalah bukan untuk dihindari tapi untuk dipecahkan atau diselesaika.
f. Menolak secara Gegabah suatu Subjek sebagai Sesuatu yang Tidak Menarik
Adakalanya ketika pembicara membicarakan hal atau sesuatu yang tidak menarik, kita pasti akan menutup diri, menjauhkan perhatian dari ujarannya, dan membiarkan pikiran kita berkelana ke topik-topik yang lebih menyenangkan.
berikut adalah cara untuk memperbaiki kebiasaan jelek dalam menyimak tersebut :
a. Mengadakan suatu rancangan atau pendekatan egois, mengingat kepentingan sendiri.
b. Walaupun subjek tidak menarik perhatian namun jangan dilupakan bahwa subjek tersebut memiliki ide baik yang hendak disajikannya.
c. Hargailah dan manfaatkanlah ide-ide apa saja yang disumbangkan pembicara.
g.  Mengkritik Cara dan Gaya Fisik Pembicara
Terkadang kita terlalu sibuk mengkritik gaya dan fisik si pembicara sehingga kita lupa untuk menyimak pembicaraannya, jika kita termasuk dalam orang atau tipe yang suka mengkritik secara mental pakaian orang ataupun nada suaranya, sebaiknya tunggu sampai orang tersebut selesai berbicara agar kita dapat memahami isi keseluruhan ujarannya itu.
h.  Memberi Perhatian Semu
“Kalau saja saya terlihat menyimak, segala sesuatu beres!”, terkadang ada pribadi yang seperti itu, berpura-pura menyimak tetapi sebenarnya pikirannya tidak berada di situ, mengarahkan kedua matanya dengan tatapan tanpa kedipan ke arah pembicara padahal ia sama sekali tidak memperhatikan atau tidak menyimak isi pembicaraan, oleh karena itu perlu kesadaran dari diri sendiri berhenti untuk berpura-pura menyimak dan mulai mengarahkan perhatian ke arah pembicara.
i. Menyerah pada Gangguan
Banyak gangguan yang datang baik dari sesuatu yang kita dengar maupun sesuatu yang kita lihat, oleh karena itu dibutuhkan konsentrasi, pemusatan pikiran dan usahakan agar perhatian kita tetap pada hal-hal, ide-ide, dan gagasan-gagasan yang dikemukakan oleh pembicara.
j.  Menyimak dengan Kertas dan Pensil di Tangan
Terkadang kita mencoba membuat kerangka yang telah diutarakan oleh pembicara, dan menjadi rangkuman yang berupa tanda-tanda, symbol-simbol dan angka-angka sehingga kita lupa bahwa dengan begitu sebenarnya kita hanya “setengah menyimak”, tentu saja tidak akan memberi hasil yang memuaskan.
Oleh karena itu sebaiknya letakkan pensil, pusatkan daya dan pikiran pada kegiatan menyimaksecara serius, atau simaklah terlebih dahulu dengan baik sesudah itu ditulis atau dicatat dalam beberapa kata saja, pergunakanlah kata kunci dalam catatan, karena panjang catatan tidak menjamin mutu catatan. Mencatat harus dilakukan dengan penuh perhatian dan pemahaman sedangkan merekam dapat dilakukan tanpa pengertian dan pemahaman. Mencatat bersifat selektif dan kritis, merekam bersifat mekanis dan reseptif penuh.



BAB III
PENUTUP
A.    SIMPULAN
            Kegiatan menyimak tidak hanya perlu dipahami pengertiannya saja namun juga banyak faktor yang mendukung kegiatan menyimak menjadi efektif dan kritis yaitu salah satunya dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi menyimak yaitu, kebisaaan jelek menyimak, mengapa orang tidak menyimak, perilaku menyimak yang jelek, kesalahpahaman dalam menyimak dan aneka masalah dalam menyimak, ketika kita sudah mengerti dan memahami faktor-faktor tersebut maka kita bisa menjadi penyimak yang kritis yang tidak hanya mendengarkan saja namun bisa meniru serta mempraktekkan materi atau bahan yang telah disimak.

SARAN
Dari makalah faktor-faktor pemengaruh menyimak diatas, penulis mengarapkan:
a.       Mahasiswa dapat menegtahui faktor pemengaruh menyimak
b.      Mahasiswa dapat menegetahui kebiasaan jelek dalam menyimak
c.       Mahasiswa dapat mengetahui apa saja kebiasaan jelek dalam menyimak
d.      Mahasiswa dapat mengetahui aneka masalah dalam menyimak






B.     DAFTAR PUSTAKA
1)      Dawson, Mildred A. (et al). 1963. Guiding Language Learning. New York: Harcourt, Brace & World, Inc.
2)      Ehninger, Daugla (et al). 1978. Principles and Types of Speech Comunication. Gleenview, III.: Scot, Foresman and Company.
3)      Hunt, Gary T. 1981. Public Speaking. Englewood; Cliffs: Prentice Hall, Inc
4)      Logan, Lilian M. (Et Al). 1972. Creative Communication: Teaching the Lnguage Arts. Toronto: Mc Graw-Hill Ryerson Ltd.
5)      Mc Cabe, Jr.;Bernard P. & Coleman P. Bender. 1981. Speaking is a Practical Matter. Boston: Ally and Bacon, Inc.
6)      Salibury; Rachel. 1955. Better Language and Thinking. New York: Appleton-Century-Crofts Inc.
7)      Silverman, Julian. 1970.”Attentional Styles and the tudy of Sex Differences”, dalam David I. Mostofsky (ed), 1970: Attention: Contemporary Theory and Analysis. New York: Appleton-Century-Croft.
8)      Webb, Jr.; Ralph. 1975. Interpersonal peech Communication: Principles and Practices. Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice Hall, Inc











Tidak ada komentar:

Posting Komentar