BAB I
PENDAHULUAN
A.LATAR
BELAKANG MASALAH
Menyimak adalah kegiatan mendengarkan suatu
informasi yang disampaikan oleh orang lain secara lisan, dari kegiatan menyimak
sendiri kita di harapkan bisa menangkap informasi dengan baik sehingga kita
bisa mengolah informasi tersebut dengan baik untuk di sampaikan lagi kepada
orang lain.
Menyimak sendiri memiliki berbagai faktor yang
mempengaruhi menyimak diantaranya adalah faktor fisik,faktor psikologis,faktor
pengalaman,faktor sikap,faktor motivasi,faktor jenis kelamin,faktor
lingkungan,faktor peranan dalam masyarakat serta kebiasaan jelek dalam
menyimak.
B.RUMUSAN
MASALAH
1.
Apa saja faktor yang mempengaruhi menyimak?
2.
Bagaimana peranan menyimak dalam masyarakat ?
2.
Apa saja kebiasaan jelek dalam menyimak ?
C.TUJUAN
1.
untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi menyimak
2.
untuk mengetahui kebiasaan jelek dalam kegiatan menyimak
3.
untuk mengetahui perilaku menyimak yang jelek
4.
untuk menegtahui aneka masalah dalam menyimak
D.MANFAAT
1.
Mahasiswa mampu mendeskripsikan
hakikat menyimak
2.
Mahasiswa dapat membedakan antara faktor-faktor yang mempengaruhi menyimak
3.
Mahasiswa dapat mengetahui jenis-jenis kebiasaan jelek dalam kegiatan menyimak
BAB II
PEMBAHASAN
(
Faktor pemengaruh menyimak )
1.
FAKTOR JENIS KELAMIN
Dari beberapa
penelitian, beberapa pakar menarik kesimpulan bahwa pria dan wanita pada
umumnya mempunyai perhatian yang berbeda, dan cara mereka memusatkan perhatian
pada sesuatu pun berbeda pula.
dan hal ini merupakan salah satu faktor dalam menyimak. Namun sikap khas
perempuan juga bisa dimiliki oleh laki-laki, begitu pula sebaliknya, jadi sikap
umum laki-laki dan perempuan tidak relatif.
Berikut perbedaan gaya menyimak berdasarkan perbedaan jenis
kelamin (Silverman, 1970; webb,1975: 139) :
|
Perbedaan Gaya Menyimak
|
|
|
Pria
|
Wanita
|
|
Objektif
|
Subjektif
|
|
Aktif
|
Pasif
|
|
Keras
hati
|
Simpatik
|
|
Analisis
|
Difusif
|
|
Rasional
|
Sensitif
|
|
Tidak
mau mundur
|
Mudah
terpengaruh
|
|
Netral
|
Cenderung
memihak
|
|
Intrusif
|
Mudah
mengalah
|
|
Berdikari
|
Reseptif
|
|
Swasembada
|
Bergantung
|
|
Menguasai
emosi
|
Emosional
|
Dengan pengetahuan sekadarnya
mengenai perbedaan gaya menyimak pria dan wanita ini, para guru dapat lebih
bijaksana menghadapi para siswa putra dan siswa putri dalam kegiatan menyimak
dalam kelas, misalnya dalam pemilihan bahan dan cara mengevaluasi keberhasilan
keaktifan atau kegiatan menyimak itu.
2. FAKTOR LINGKUNGAN
Pengaruh
lingkungan terhadap keberhasilan menyimak khususnya terhadap keberhasilan
belajar para siswa pada umumnya sangat besar pengaruhnya, baik yang menyangkut
lingkungan fisik ruangan kelas, maupun yang berkaitan dengan suasana sosial
kelas.
a. Lingkungan Fisik
1) Di
dalam ruangan guru harus dapat mengatur
dan menata letak meja dan kursi sedemikian rupa sehingga setiap siswa
mendapat kesempatan yang sama untuk menyimak dan disimak.
2) Sarana
kerja harus ditempatkan berdekatan satu dan lainnya sehingga para siswa dapat
berkomunikasi dengan baik bahkan harus dapat meningkatkan penyimakan yang baik.
3) Guru
harus berbicara dengan suara yang menyenangkan, memberikan pengarahan yang
jelas dan tepat lagi tegas.
4) Guru
harus menampilkan kegiatan yang dapat memotivasi atau mendorong anak didik
untuk dapat dengan mudah mengganti peranan mereka sebagai penyimak dan
pembicara. Seperti, ikut dalam diskusi panel, symposium, dan seminar.
b. Lingkungan Sosial
Guru
menciptakan suasana yang mendorong anak-anak untuk mengalami, mengekspresikan,
serta mengevaluasi ide-ide memang penting sekali diterapkan kalau keterampilan
berkomunikasi dan seni berbahasa dikembangkan dan berkembang, jadi nyatalah
suasana saat guru merencanakan pengalaman-pengalaman yang memungkinkan
anak-anak dapat memanfaatkan situasi ruangan kelas untuk meningkatkan
keterampilan berkomunikasi mereka memang sesuai dan sejalan dalam perencanaan
kurikulum secara keseluruhan
3.
PERANAN DALAM MASYARAKAT
Contoh faktor peranan menyimak dalam
masyarakat :
a.
Peranan sebagai guru dan pendidik
Ingin
sekali menyimak ceramah, kuliah atau siaran-siaran radio dan televise yang
berhubungan dengan masalah pendidikan dan pengajaran baik di tanah air maupun
luar negeri.
b.
Sebagai seorang berpendidikan (mahasiswa)
Mahasiswa
harus dapat menyimak lebih seksama dan penuh perhatian dibandingkan dengan
karyawan harian sebuah perusahaan.
c.
Sebagai spesialis dan pakar dari
berbagai profesi seperti hakim, psikolog, antropolog, sosiolog, apoteker dan
lainnya.
Pasti akan
haus menyimak hal-hal yang ada kaitannya dengan mereka dengan profesi dan
keahlian mereka, yang dapat memperluas cakrawala pengetahuan mereka.
4. KEBIASAAN JELEK DALAM MENYIMAK
a.
Menyimak Lompat Tiga
Orang berbicara
mempergunakan kata-kata dengan kecepatan kira-kira 125 buah kata per menit dan
kebanyakan orang dapat berpikir dengan mudah dengan kecepatan empat kali dari
kecepatan berbicara tadi, dan ternyata hal ini amat susah sekali karena akan
memeperlambat kecepatan berpikir kita, sebab kita mempunyai kira-kira 400 kata
per menit untuk berpikir untuk menghadapi orang yang berbicara kepada kita.
Berikut
ini adalah hal-hal yang membantu penyimak agar dapat menghindari petualangan
mental berpikir, seperti pikiran kita di tempat lain atau tentang hal lain :
a.
Mengetahui terlebih dahulu apa yang harus dikatakan oleh pembicara, Tanya pada
diri kita sendiri “Apa yang hendak ditemukan oleh pembicara? Maksud apa yang
hendak dicapainya?”.
b.
Merangkum secara mental apa yang dikatakan dan tujuan yang telah dicapai oleh
pembicara.
c.
Mempertimbangkan keterangan pembicara dengan jalan menanyakan secara mental,
seperti fakta-fakta yang dikemukakan.
d.
Mendengarkan, menyimak yang “tersirat”, seperti perubahan nada suara, gerak-gerik
tangan dan mimik mengandung makna tertentu.
b.
Menyimak “Saya dapat Fakta”
Ketika
menjadi penyimak yang baik, tentu kita akan menyimak ide-ide utama
gagasan-gagasan penting, fakta-fakta yang disodorkan, kemudian pertimbangkanlah
satu terhadap lainnya dan menyusun hubungannya satu sama lain, garaplah ide-ide
bukan hanya terbatas pada serangkaian fakta yang kebetulan dapat diingat saja.
c. Nada Tulis Emosional
Demi
kegiatan menyimak yang lebih baik dan tepat guna perhatikanlah reaksi kita
terhadap kata-kata yang menimbulkan noda ketulisan emosional seperti seks, pelacur, komunis, koruptor, tukang
kredit, panti pijat, tuan tanah dan pembunuhan, dan lain-lain, kata-kata
seperti itu sebaiknya ditandai dan analisislah baik-baik untuk lebih mendalam
mengapa kata-kata tersebut mengganggu, penilaian dan telaah yang seksama
biasanya akan mencerminkan bahwa sebenarnya kata-kata tersebut tidak akan
mengganggu sama sekali.
d. Menyimak Supersensitif
Ketika kita telah mengembangkan pendapat atau
prasangka yang mendalam, seorang yang berbicara kepada kita mungkin tanpa
disadari secara lisan akan menghina kita dengan kata-kata yang menusuk hati,
dan secara spontan kita akan menghentikan simakan kita terhadapnya, kita
mencoba menginterupsinya, merencanakan suatu pertanyaan pelik yang memalukannya
ataupun bantahan yang benar-benar menusuk hatinya, oleh karena itu sebelum hal
itu terjadi awasilah diri kita sendiri dan selalulah simak baik-baik ujaran,
cermah, kuliah, dan pidato orang tersebut, setelah dia selesai berbicara
barulah rencanakan pertanyaan-pertanyaan serta bantahan yang akan dilontarkan kepadanya.
e. Menghindari Penjelasan yang
Sulit
Biasanya
kita menghindari penjelasan yang sulit dari suatu pembicaraan sehingga kegiatan
menyimak menjadi tidak efektif, oleh karena itu simaklah baik-baik diskusi
mengenai subjek yang menuntut upaya untuk memahami dan mengerti makna seperti
komentar-komentar di suatu diskusi panel, karena masalah bukan untuk dihindari
tapi untuk dipecahkan atau diselesaika.
f.
Menolak secara Gegabah suatu Subjek sebagai Sesuatu yang Tidak Menarik
Adakalanya
ketika pembicara membicarakan hal atau sesuatu yang tidak menarik, kita pasti
akan menutup diri, menjauhkan perhatian dari ujarannya, dan membiarkan pikiran
kita berkelana ke topik-topik yang lebih menyenangkan.
berikut
adalah cara untuk memperbaiki kebiasaan jelek dalam menyimak tersebut :
a. Mengadakan
suatu rancangan atau pendekatan egois, mengingat kepentingan sendiri.
b.
Walaupun subjek tidak menarik perhatian namun jangan dilupakan bahwa subjek
tersebut memiliki ide baik yang hendak disajikannya.
c. Hargailah
dan manfaatkanlah ide-ide apa saja yang disumbangkan pembicara.
g. Mengkritik Cara dan Gaya
Fisik Pembicara
Terkadang kita terlalu sibuk
mengkritik gaya dan fisik si pembicara sehingga kita lupa untuk menyimak
pembicaraannya, jika kita termasuk dalam orang atau tipe yang suka mengkritik
secara mental pakaian orang ataupun nada suaranya, sebaiknya tunggu sampai
orang tersebut selesai berbicara agar kita dapat memahami isi keseluruhan
ujarannya itu.
h. Memberi Perhatian Semu
“Kalau
saja saya terlihat menyimak, segala sesuatu beres!”, terkadang ada pribadi yang
seperti itu, berpura-pura menyimak tetapi sebenarnya pikirannya tidak berada di
situ, mengarahkan kedua matanya dengan tatapan tanpa kedipan ke arah pembicara
padahal ia sama sekali tidak memperhatikan atau tidak menyimak isi pembicaraan,
oleh karena itu perlu kesadaran dari diri sendiri berhenti untuk berpura-pura
menyimak dan mulai mengarahkan perhatian ke arah pembicara.
i. Menyerah pada Gangguan
Banyak
gangguan yang datang baik dari sesuatu yang kita dengar maupun sesuatu yang
kita lihat, oleh karena itu dibutuhkan konsentrasi, pemusatan pikiran dan
usahakan agar perhatian kita tetap pada hal-hal, ide-ide, dan gagasan-gagasan
yang dikemukakan oleh pembicara.
j. Menyimak dengan Kertas dan
Pensil di Tangan
Terkadang
kita mencoba membuat kerangka yang telah diutarakan oleh pembicara, dan menjadi
rangkuman yang berupa tanda-tanda, symbol-simbol dan angka-angka sehingga kita
lupa bahwa dengan begitu sebenarnya kita hanya “setengah menyimak”, tentu saja
tidak akan memberi hasil yang memuaskan.
Oleh
karena itu sebaiknya letakkan pensil, pusatkan daya dan pikiran pada kegiatan
menyimaksecara serius, atau simaklah terlebih dahulu dengan baik sesudah itu
ditulis atau dicatat dalam beberapa kata saja, pergunakanlah kata kunci dalam
catatan, karena panjang catatan tidak menjamin mutu catatan. Mencatat harus
dilakukan dengan penuh perhatian dan pemahaman sedangkan merekam dapat
dilakukan tanpa pengertian dan pemahaman. Mencatat bersifat selektif dan
kritis, merekam bersifat mekanis dan reseptif penuh.
BAB III
PENUTUP
A. SIMPULAN
Kegiatan
menyimak tidak hanya perlu dipahami pengertiannya saja namun juga banyak faktor
yang mendukung kegiatan menyimak menjadi efektif dan kritis yaitu salah satunya
dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi menyimak yaitu, kebisaaan
jelek menyimak, mengapa orang tidak menyimak, perilaku menyimak yang jelek,
kesalahpahaman dalam menyimak dan aneka masalah dalam menyimak, ketika kita
sudah mengerti dan memahami faktor-faktor tersebut maka kita bisa menjadi
penyimak yang kritis yang tidak hanya mendengarkan saja namun bisa meniru serta
mempraktekkan materi atau bahan yang telah disimak.
SARAN
Dari
makalah faktor-faktor pemengaruh menyimak diatas, penulis mengarapkan:
a. Mahasiswa
dapat menegtahui faktor pemengaruh menyimak
b. Mahasiswa
dapat menegetahui kebiasaan jelek dalam menyimak
c. Mahasiswa
dapat mengetahui apa saja kebiasaan jelek dalam menyimak
d. Mahasiswa
dapat mengetahui aneka masalah dalam menyimak
B. DAFTAR PUSTAKA
1) Dawson,
Mildred A. (et al). 1963. Guiding Language Learning. New York: Harcourt,
Brace & World, Inc.
2) Ehninger,
Daugla (et al). 1978. Principles and Types of Speech Comunication.
Gleenview, III.: Scot, Foresman and Company.
3) Hunt,
Gary T. 1981. Public Speaking. Englewood; Cliffs: Prentice Hall, Inc
4) Logan,
Lilian M. (Et Al). 1972. Creative Communication: Teaching the Lnguage
Arts. Toronto: Mc Graw-Hill Ryerson Ltd.
5) Mc
Cabe, Jr.;Bernard P. & Coleman P. Bender. 1981. Speaking is a Practical
Matter. Boston: Ally and Bacon, Inc.
6) Salibury;
Rachel. 1955. Better Language and Thinking. New York:
Appleton-Century-Crofts Inc.
7) Silverman,
Julian. 1970.”Attentional Styles and the tudy of Sex Differences”, dalam
David I. Mostofsky (ed), 1970: Attention: Contemporary Theory and Analysis. New
York: Appleton-Century-Croft.
8) Webb,
Jr.; Ralph. 1975. Interpersonal peech Communication: Principles and
Practices. Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice Hall, Inc
Tidak ada komentar:
Posting Komentar