KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan
kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta karunia-Nya kepada kami
sehingga kami berhasil
menyelesaikan Makalah ini
yang alhamdulillah tepat pada
waktunya yang berjudul “Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Menyimak”.
Makalah
ini berisikan tentang Faktor-faktor yang Mempengaruhi Menyimak yang akan
kami bahas secara lebih dalam, karena selain kita perlu memahami dan
mengerti apa itu keterampilan menyimak, kita juga
perlu mengetahui
faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan menyimak itu sendiri.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih
jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun
selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir
kata, kami sampaikan
terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan
makalah ini dari
awal sampai akhir.
Semoga dari makalah ini,
kita dapat menambah pengetahuan
mengenai Faktor-faktoryang mempengaruhi
Menyimak.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Keterampilan menyimak adalah proses kegiatan mendengarkan
lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi dan interpretasi
untuk memperoleh informasi menangkap isi atau pesan dan memahami makna
komunikasi pembicara melalui ujaran lisan. Keterampilan menyimak tidak bisa dilepaskan begitu saja dengan
faktor-faktor yang mempengaruhinya oleh karena itu selain kita perlu mengerti
dan memahami apa itu keterampilan menyimak, kita juga harus tahu faktor-faktor
yang mempengaruhinya.
Banyak faktor yang memepengaruhi menyimak, diantaranya
kebiasaan-kebiasaan jelek dalam kegiatan menyimak, mengapa orang tidak
menyimak, kebiasaan umum menyimak yang baik perilaku menyimak yang jelek, salah
paham dan aneka masalah dalam menyimak, oleh karena itu di dalam makalah ini
akan kami bahas secara lebih dalam dan terperinci satu persatu faktor-faktor
yang mempengaruhi kegiatan menyimak tersebut, sehingga dari makalah ini kita
dapat menambah pengetahuan kita mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi
menyimak.
B. Rumusan
Masalah
1.
Apa saja faktor yang mempengaruhi
menyimak :
a.
Apa saja berbagai faktor yang dapat
memengaruhi kegiatan menyimak?
b.
Apa saja kebiasaan jelek dalam
menyimak?
c.
Mengapa orang tidak menyimak?
d.
Apa saja perilaku penyimak yang
jelek?
e.
Mengapa bisa terjadi salah paham
dalam menyimak?
f.
Apa saja aneka masalah dalam
menyimak?
C. Tujuan
1.
Untuk mengetahui faktor yang
mempengaruhi menyimak :
a.
Untuk mengetahui berbagai faktor
yang dapat memengaruhi kegiatan menyimak.
b.
Untuk mengetahui apa saja kebiasaan
jelek menyimak.
c.
Untuk mengetahui mengapa orang tidak
menyimak.
d.
Untuk mengetahui perilaku penyimak
yang jelek.
e.
Untuk mengetahui mengapa bisa
terjadi salah paham dalam menyimak.
f.
Untuk mengetahui aneka masalah dalam
menyimak.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Faktor
yang Memengaruhi Menyimak
Menurut tiga pakar (Hunt; 1981 : 19-20), (Webb, 1975:
137-9), (logan, 1972: 49-50), faktor-faktor pemengaruh menyimak dapat
disimpulkan menjadi delapan. Yaitu :
1. Faktor
Fisik
Kondisi fisik seorang penyimak
merupakan faktor penting yang turut menentukan keefektifan serta kualitas keaktifannya
dalam menyimak. Misalnya, ada orang yang sukar sekali mendengar, dalam keadaan
yang serupa itu, dia mungkin saja terganggu serta dibingungkan oleh upaya yang
dilakukannya untuk mendengar, atau dia mungkin kehilangan ide-ide pokok
seluruhnya.
Kondisi fisik yang menentukan dalam menyimak, yaitu :
a. Kondisi fisiknya jauh di bawah gizi
normal
b. Sangat lelah
c. Mengidap suatu penyakit fisik
sehingga perhatiannya dangkal
Lingkungan fisik yang juga menentukan dalam menyimak, yaitu
:
a. Ruangan yang terlalu panas, lembab
ataupun terlalu dingin
b. Suara atau bunyi bising yang
menganggu dari jalan dan ruangan sebelah
c. Para hadirin yang bergerak atau
berjalan kian kemari seenaknya sehingga mengganggu orang yang sedang menyimak.
d. Siswa yang membawa atau memegang
benda yang berisik dan mengganggu, seperti kelereng di dalam saku, handphone
yang berbunyi, dan lain-lain.
Faktor fisik pembicara :
a. Pembicara membuat gerak-gerik yang
canggung di ruangan.
b. Suara pembicara yang membisankan
atau intonasi yang mendatar apalagi melengking.
c. Pengajian pembicara yang tidak
menarik.
Walau nampaknya faktor-faktor fisik
tersebut bersifat sepele namun pembicara atau pengajar haruslah bijaksana dan
banyak pengalaman agar selalu memperhatikan hal-hal tersebut agar proses
kegiatan belajar mengajar mencapai tujuan yang telah ditentukan, karena faktor
fisik yang prima merupakan modal utama bagi penyimak.
2. Faktor
Psikologis
Selain faktor fisik, faktor yang melibatkan sikap-sikap dan
sifat-sifat pribadi atau faktor psikologis juga mempengaruhi dalam kegiatan
menyimak, yaitu sebagai berikut :
a. Prasangka dan kurangnya simpati
terhadap para pembicara dengan aneka sebab dan alas an
b. Keegosentrisan (mementingkan diri sendiri), yaitu sikap penyimak yang hanya mementingkan diri sendiri sehingga
pembicara dan apa yang disampaika oleh pembicara tidak di tanggapi dengan
serius.
c. Kepicikan atau pandangan tidak luas. Yaitu keterbatasan pandangan atau wawasan
penyimak terhadap bahan simakan yang menimbulkan salah makna atau salah paham
terhadap apa yang disampaikan oleh pembicara.
d. Bosan dan jenuh, yaitu kondisi penyimak yang sudah bosan atau jenuh
terhadap bahan simakan yang mungkin terlalu panjang atau terlalu monoton
sehingga penyimak menjadi bosan, kemudian enggan untuk melanjutkan simakan.
e. Sikap tidak sopan, yaitu sikap dan kesopanan sangat mempengaruhi proses
menyimak , jika kita menyimak dengan sikap yang sopan maka kita akan nyaman
dalam menyimak, begitu pula jika pembicara menyampaikan pembicaraan dengan
sikap yang sopan kita akan menganggap baik kepada pembicara dan kita akan lebih
mudah melakukan simakan.
Dari
faktor psikologis di atas, dapat kita simpulkan bahwa ada dua faktor psikologis
yang mempengaruhi menyimak, yaitu :
1) Psikologis positif, maksudnya latar belakang hidup yang menyenangkan, yaitu proses menyimak akan berjalan dengan baik jika suasana hati dan pikiran penyimak dalam keadaan
tenang dan menyenangkan. Juga Penentuan minat dan pilihan. Yaitu proses menyimak akan berjalan dengan baik jika bahan yang akan disimak oleh penyimak
sesuai dengan minat dan pilihannya, jika bahan yang disimak sesuai dengan
pilihan maka penyimak akan dengan penuh kesungguhan dalam menyimak, namun
sebaliknya jika bahan simakan tidak sesuai atau bahkan bertentangan dengan
minat dan pilihan penyimak maka penyimak akan setengah-setengah dan tidak
serius dalam menyimak.
Kecerdasan emosional, yaitu kemampuan yang baik pada penyimak untuk cepat
dalam menanggapi, memahami, dan merespon simakan. Faktor ini akan mempengaruhi
apakah penyimak tangkas atau tidaknya dalam menyimak.
2) Psikologis negatif, maksudnya memberi pengaruh yang buruk
terhadap kegiatan menyimak seperti yang telah dijelaskan di atas.
3. Faktor
Pengalaman
Sikap-sikap kita merupakan hasil
pertumbuhan, perkembangan serta pengalaman kita sendiri, maka dari itu
pengalaman dari seorang pendidik sangat menentukan dalam menyimak, seperti :
a. Pertumbuhan dan perkembangan sikap mempengaruhi minat menyimak, yaitu jika
kita mempunyai minat terhadap sesuatu dan saat menyimak membahas tentang minat
yang kita gemari maka kita akan merasa senang untuk menyimaknya, misal hobby atau minat terhadap sesuatu.
b. Sikap-sikap yang antagonistik,
sikap-sikap yang menentang, serta bermusuhan timbul dari pengalaman yang tidak
menyenangkan.
c. Kosa kata simak juga turut
mempengaruhi kualitas menyimak.
d. Makna yang dipancarkan oleh
kata-kata asing cenderung untuk mengurangi serta menyingkirkan perhatian para
siswa, karena ide-ide yang berada di luar jangkauan pengertian serta pemahaman
mereka.
4.
Faktor Sikap
Banyak faktor sikap yang mempengaruhi kegiatan menyimak
yaitu sebagai berikut :
a. Pokok-pokok pembicaraan yang kita
setujui cenderung akan kita simak secara seksama dan penuh perhatian.
b. Pembicara harus memilih topik yang
disenangi oleh para penyimak.
c. Pembicara harus memahami sikap
penyimak karena merupakan modal penting bagi pembicara untuk menarik minat atau
perhatian menyimak.
d. Penampilan pembicara yang
mengasyikkan dan mengagumkan, sehingga membentuk sikap positif para siswa.
5.
Faktor Motivasi
Motivasi merupakan salah satu faktor
yang menentukan dalam kegiatan menyimak, berikut faktor motivasi yang
menentukan tersebut ;
a. Memiliki motivasi yang kuat dalam
mengerjakan sesuatu terutama menyimak
b. Melibatkan system penilaian kita
sendiri sehingga kita dapat memperoleh sesuatu yang berharga dari isi
pembicaraan itu dengan sendirinya kita akan bersemangat untuk menyimaknya.
c. Penyimak mengajukan pertanyaan “Apa
dan apalagi yang dapat saya petik dari ceramah sang pakar ini?” karena pertanyaan
tersebut adalah pertanyaan yang tepat dan sahih.
d. Penyimak tidak yakin akan memperoleh
sesuatu yang berharga dan berguna dari pembicaraan.
e. Penyimak harus percaya bahwa
penyimak mempunyai sifat kooperatif tenggang hati, dan analitis sehingga kita
menjadi penyimak yang baik dan unggul.
6.
Faktor Jenis Kelamin
|
Perbedaan
Gaya Menyimak
|
|
|
Pria
|
Wanita
|
|
Objektif
|
Subjektif
|
|
Aktif
|
Pasif
|
|
Keras hati
|
Simpatik
|
|
Analisis
|
Difusif
|
|
Rasional
|
Sensitif
|
|
Tidak mau mundur
|
Mudah terpengaruh
|
|
Netral
|
Cenderung memihak
|
|
Intrusif
|
Mudah mengalah
|
|
Berdikari
|
Reseptif
|
|
Swasembada
|
Bergantung
|
|
Menguasai emosi
|
Emosional
|
Gambar
: Perbedaan gaya menyimak berdasarkan perbedaan jenis kelamin (Silverman, 1970;
Webb, 1975: 139).
7. Faktor
Lingkungan
a.
Lingkungan Fisik
1) Di dalam ruangan guru harus dapat
mengatur dan menata letak meja dan kursi
sedemikian rupa sehingga setiap siswa mendapat kesempatan yang sama untuk
menyimak dan disimak.
2) Sarana kerja harus ditempatkan berdekatan
satu dan lainnya sehingga para siswa dapat berkomunikasi dengan baik bahkan
harus dapat meningkatkan penyimakan yang baik.
3) Guru harus berbicara dengan suara
yang menyenangkan, memberikan pengarahan yang jelas dan tepat lagi tegas.
4) Guru harus menampilkan kegiatan yang
dapat memotivasi atau mendorong anak didik untuk dapat dengan mudah mengganti
peranan mereka sebagai penyimak dan pembicara. Seperti, ikut dalam diskusi
panel, symposium, dan seminar.
b.
Lingkungan Sosial
Guru menciptakan suasana yang
mendorong anak-anak untuk mengalami, mengekspresikan, serta mengevaluasi
ide-ide memang penting sekali diterapkan kalau keterampilan berkomunikasi dan
seni berbahasa dikembangkan dan berkembang, jadi nyatalah suasana saat guru
merencanakan pengalaman-pengalaman yang memungkinkan anak-anak dapat
memanfaatkan situasi ruangan kelas untuk meningkatkan keterampilan
berkomunikasi mereka memang sesuai dan sejalan dalam perencanaan kurikulum
secara keseluruhan.
8. Peranan
dalam Masyarakat
Contoh
faktor peranan dalam menyimak :
a.
Peranan sebagai guru dan pendidik
Ingin
sekali menyimak ceramah, kuliah atau siaran-siaran radio dan televise yang
berhubungan dengan masalah pendidikan dan pengajaran baik di tanah air maupun luar
negeri.
b.
Sebagai seorang berpendidikan (mahasiswa)
Mahasiswa
harus dapat menyimak lebih seksama dan penuh perhatian dibandingkan dengan
karyawan harian sebuah perusahaan.
c.
Sebagai spesialis dan pakar dari berbagai profesi seperti hakim,
psikolog, antropolog, sosiolog, apoteker dan lainnya.
Pasti
akan haus menyimak hal-hal yang ada kaitannya dengan mereka dengan profesi dan
keahlian mereka, yang dapat memperluas cakrawala pengetahuan mereka.
B. Kebiasaan
Jelek dalam Menyimak
1. Menyimak
Lompat Tiga
Orang berbicara mempergunakan kata-kata dengan kecepatan
kira-kira 125 buah kata per menit dan kebanyakan orang dapat berpikir dengan
mudah dengan kecepatan empat kali dari kecepatan berbicara tadi, dan ternyata
hal ini amat susah sekali karena akan memeperlambat kecepatan berpikir kita,
sebab kita mempunyai kira-kira 400 kata per menit untuk berpikir untuk
menghadapi orang yang berbicara kepada kita.
Berikut ini adalah hal-hal yang membantu penyimak agar dapat
menghindari petualangan mental berpikir, seperti pikiran kita di tempat lain
atau tentang hal lain :
a. Mengetahui terlebih dahulu apa yang
harus dikatakan oleh pembicara, Tanya pada diri kita sendiri “Apa yang hendak
ditemukan oleh pembicara? Maksud apa yang hendak dicapainya?”.
b. Merangkum secara mental apa yang
dikatakan dan tujuan yang telah dicapai oleh pembicara.
c. Mempertimbangkan keterangan
pembicara dengan jalan menanyakan secara mental, seperti fakta-fakta yang
dikemukakan.
d. Mendengarkan, menyimak yang
“tersirat”, seperti perubahan nada suara, gerak-gerik tangan dan mimik
mengandung makna tertentu.
2. Menyimak
“Saya dapat Fakta)
Ketika menjadi penyimak yang baik, tentu kita akan menyimak
ide-ide utama gagasan-gagasan penting, fakta-fakta yang disodorkan, kemudian
pertimbangkanlah satu terhadap lainnya dan menyusun hubungannya satu sama lain,
garaplah ide-ide bukan hanya terbatas pada serangkaian fakta yang kebetulan
dapat diingat saja.
3. Noda
Ketulisan Emosional
Demi kegiatan menyimak yang lebih baik dan tepat guna
perhatikanlah reaksi kita terhadap kata-kata yang menimbulkan noda ketulisan
emosional seperti seks, pelacur, komunis,
koruptor, tukang kredit, panti pijat, tuan tanah dan pembunuhan, dan
lain-lain, kata-kata seperti itu sebaiknya ditandai dan analisislah baik-baik
untuk lebih mendalam mengapa kata-kata tersebut mengganggu, penilaian dan
telaah yang seksama biasanya akan mencerminkan bahwa sebenarnya kata-kata
tersebut tidak akan mengganggu sama sekali.
4. Menyimak
Supersensitif
Ketika kita telah
mengembangkan pendapat atau prasangka yang mendalam, seorang yang berbicara
kepada kita mungkin tanpa disadari secara lisan akan menghina kita dengan
kata-kata yang menusuk hati, dan secara spontan kita akan menghentikan simakan
kita terhadapnya, kita mencoba menginterupsinya, merencanakan suatu pertanyaan
pelik yang memalukannya ataupun bantahan yang benar-benar menusuk hatinya, oleh
karena itu sebelum hal itu terjadi awasilah diri kita sendiri dan selalulah
simak baik-baik ujaran, cermah, kuliah, dan pidato orang tersebut, setelah dia
selesai berbicara barulah rencanakan pertanyaan-pertanyaan serta bantahan yang
akan dilontarkan kepadanya.
5. Menghindari
Penjelasan yang Sulit
Biasanya kita menghindari penjelasan yang sulit dari suatu pembicaraan
sehingga kegiatan menyimak menjadi tidak efektif, oleh karena itu simaklah
baik-baik diskusi mengenai subjek yang menuntut upaya untuk memahami dan
mengerti makna seperti komentar-komentar di suatu diskusi panel, karena masalah
bukan untuk dihindari tapi untuk dipecahkan atau diselesaikan.
6. Menolak
secara Gegabah suatu Subjek sebagai Sesuatu yang Tidak Menarik
Adakalanya ketika pembicara membicarakan hal atau sesuatu
yang tidak menarik, kita pasti akan menutup diri, menjauhkan perhatian dari
ujarannya, dan membiarkan pikiran kita berkelana ke topik-topik yang lebih
menyenangkan.
berikut adalah cara
untuk memperbaiki kebiasaan jelek dalam menyimak tersebut :
a. Mengadakan suatu rancangan atau
pendekatan egois, mengingat kepentingan sendiri.
b. Walaupun subjek tidak menarik
perhatian namun jangan dilupakan bahwa subjek tersebut memiliki ide baik yang
hendak disajikannya.
c. Hargailah dan manfaatkanlah ide-ide
apa saja yang disumbangkan pembicara.
7. Mengkritik
Gaya dan Gaya Fisik Pembicara
Terkadang
kita terlalu sibuk mengkritik gaya dan fisik si pembicara sehingga kita lupa
untuk menyimak pembicaraannya, jika kita termasuk dalam orang atau tipe yang
suka mengkritik secara mental pakaian orang ataupun nada suaranya, sebaiknya
tunggu sampai orang tersebut selesai berbicara agar kita dapat memahami isi
keseluruhan ujarannya itu.
8. Memberi
Perhatian Semu
“Kalau saja saya terlihat menyimak, segala sesuatu beres!”,
terkadang ada pribadi yang seperti itu, berpura-pura menyimak tetapi sebenarnya
pikirannya tidak berada di situ, mengarahkan kedua matanya dengan tatapan tanpa
kedipan ke arah pembicara padahal ia sama sekali tidak memperhatikan atau tidak
menyimak isi pembicaraan, oleh karena itu perlu kesadaran dari diri sendiri
berhenti untuk berpura-pura menyimak dan mulai mengarahkan perhatian ke arah
pembicara.
9. Menyerah
pada Gangguan
Banyak gangguan yang datang baik dari sesuatu yang kita
dengar maupun sesuatu yang kita lihat, oleh karena itu dibutuhkan konsentrasi,
pemusatan pikiran dan usahakan agar perhatian kita tetap pada hal-hal, ide-ide,
dan gagasan-gagasan yang dikemukakan oleh pembicara.
10. Menyimak
dengan Kertas dan Pensil di Tangan
Terkadang kita mencoba membuat kerangka yang telah diutarakan
oleh pembicara, dan menjadi rangkuman yang berupa tanda-tanda, symbol-simbol
dan angka-angka sehingga kita lupa bahwa dengan begitu sebenarnya kita hanya
“setengah menyimak”, tentu saja tidak akan memberi hasil yang memuaskan.
Oleh karena itu sebaiknya letakkan pensil, pusatkan daya dan
pikiran pada kegiatan menyimaksecara serius, atau simaklah terlebih dahulu
dengan baik sesudah itu ditulis atau dicatat dalam beberapa kata saja,
pergunakanlah kata kunci dalam catatan, karena panjang catatan tidak menjamin
mutu catatan. Mencatat harus dilakukan dengan penuh perhatian dan pemahaman
sedangkan merekam dapat dilakukan tanpa pengertian dan pemahaman. Mencatat
bersifat selektif dan kritis, merekam bersifat mekanis dan reseptif penuh.
C. Mengapa
Orang Tidak Menyimak?
Ada berapa sebab membuat orang tidak menyimak, antara lain:
1. Orang berada dalam keadaan capek.
2. Orang berada dalam keadaan tergesa-gesa
3. Orang berada dalam kebingungan
4. Orang yang
dapat dibingungkan oleh faktor-faktor lain :
a. Ucapan-ucapan
yang munafik
b. Penyimak
dijejali dengan pesan bernada memerintah ataupun berbau slogan politik
c. Banyak
perintah birokratis
d. Cenderung
menjauhkan diri dari prasangka-prasangka
Golongan orang yang banyak
menyimak pada diri sendiri sehingga tidak memiliki waktu mendengarkan atau
menyimak orang lain:
1. Tipe bunga karang (tipe penyerap)
2. Tipe orang berdikari (menolak untuk menyimak)
3. Tipe seniman ingatan (menolak untuk menyimak secara sadar)
4. Tipe orang yang tergoda bukan oleh pribadi tertentu (mendapat informasi
dari media)
5. Tipe orang
yang menyukai bunyi alamiah (kicau burung
serta keriuhan kota merupakan musik bagi perangkat penerima sensitifnya tidak mau
mendnegar ocehan pembicara)
6. Estetikus luar biasa (mendengar atau menyimak musik bukan untuk kesenangan
atau kenikmatan)
7. Tipe siap
tenpur (sibuk dengan memikirkan jawaban-jawaban yang akan
diajukan, sehingga tidak ada waktu untuk menyimak)
D.
Perilaku Jelek Dalam Menyimak
Secara garis besar, perilaku-perilaku yang termasuk jelek
atau tidak baik dalam praktik menyimak, sebagai berikut :
1.
Tidak mau menerima keanehan
pembicara
Pembicara mempunyai cara dan gaya pribadi dalam
penampilannya, akibatnya penyimak merasa jengkel dan tidak mau menerima
keanehan pembicara sehingga tidak memiliki minat dan perhatian untuk menyimak.
2.
Tidak mau memperbaiki sikap
Tubuh penyimak ada di ruang yang sama dengan pembicara namun
pikiran dan angannya terbang mengembara ke tempat lain, akibatnya ia tidak
memiliki minta untuk menyimak ujaran pembicara.
3.
Tidak mau memperbaiki lingkungan
Tidak adanya upaya penyimak untuk pindah duduk ketika
dirinya merasa terganggu duduk di tempat duduknya sekarang yang bising atau
tempat orang keluar masuk.
4.
Tidak dapat menahan diri
Berusaha mengajukan pertanyaan dan tanggapan sebelum
pembicaraan belum selesai dan belum diketahui ujung pangkalnya.
5.
Tidak mau meningkatkan pembuatan
catatan
Mencatat semua ucapan pembicara sebanyak mungkin tanpa
menghiraukan ide, gagasan yang perlu dicatat.
6.
Tidak tahu dan tidak mau menyaring
tujuan khusus
Tidak adanya ketekunan dan tidak adanya perhatian yang
terarah, sehingga tujuan menyimak menjadi tidak tentu arah, duduk menjadi tidak
tenang, gelisah dan pembicara tidak disimak lagi.
7.
Tidak memanfaatkan waktu secara
tepat guna
Ketika menyimak ada yang tertidur dan mengantuk padahal
menyimak menuntut kesiapsiagaan mementik butir-butir penting, ide-ide berharga
dari seorang pembicara.
8.
Tidak dapat menyimak secara rasional
Menyimak dengan emosional tanpa melibatkan akal dan
pikirannya dalam menerima simakan dari ujaran pembicara.
9.
Tidak mau berlatih menyimak hal-hal
yang rumit
Tidak mau menyimak hal-hal yang rumit sehingga tidak
memahami keseluruhan isi pembicaraan yang dikemukakan oleh pembicara.
E.
Kesalahpahaman
Berikut kesalahpahaman yang berkaitan dengan perilaku
menyimak :
1.
Anggapan bahwa semua perilaku
menyimak itu sama saja
Jika
kita memeriksa perilaku sendiri dalam satu hari saja, kita akan melihat dengan
jelas bahwa perilaku menyimak berubah-ubah secara dramatis dari satu situasi ke
situasi lainnya, dari satu pribadi ke pribadi lainnya, karena situasi dan
kondisi mengatur perubahan perilaku menyimak seseorang.
2.
Anggapan bahwa mendnegar dan
menyimak sama saja
Mendengar
dan menyimak mempunyai makna yang berbeda, mendengar yaitu suatu proses
psikologis ketika gelombang-gelombang bunyi ditransformasikan menjadi
impuls-impuls atau gerak hati saraf pendengaran, yang pada gilirannya akan
berjalan melalui system saraf balik di dalam pengawasan kemauan maupun luar
pengawasan kemauan, sedangkan menyimak adalah suatu operasi psikologis yang
rumit yang merupakan sarana untuk merasakan butir-butir atau bagian-bagian
lambang dan tanda yang telah disandikan oleh system saraf pusat dan system
saraf otomatis yang diubah menjadi pesan-pesan yang dapat dipahami.
3.
Anggapan bahwa menyimak tidak dapat
dikembangkan atau ditingkatkan
4.
Anggapan bahwa hanya sedikit waktu
yang diperlukan buat menyimak
Hampir
setengah waktu berkomunikasi diperuntukkan untuk menyimak, jadi tidak benar
bahwa untuk kegiatan menyimak hanya diperlukan waktu sedikit saja (Mc Cabe
& Bender, 1981: 91)
F.
Aneka Permasalahan Menyimak
1. Memprasangkai
Pembicara
Lebih
memusatkan perhatian pada gaya dan cara penampilan pembicara ketimbang pesan
yang hendak disampaikannya.
2. Berpura-pura
Menaruh Perhatian
Terkadang
orang berpura-pura menyimak dengan serius dengan menatap pembicara dengan kedua
matanya tetapi sebenarnya perhatiannya bukan tertuju kepada pembicara,
pikirannya terbang melayang mengembara ke tempat lain.
3. Kebingungan
Gangguan
bisa datang dari suara luar dan di dalam ruangan dapat mengganggu konsentrasi
kita, semua itu dapat membuat kita bingung, sehingga dapat menjauhkan kita dari
ide-ide pembicara.
4. Pertimbangan
yang Prematur
Ketika
pembicara belum selesai berbicara, terkadang kita sudah mengambil pertimbangan.
5. Salah
Membuat Catatan
Mencoba
menulis terlalu banyak ataupun mencoba menyelesaikan ide-ide pembicara dengan
suatu pola yang telah dirancang sebelumnya dapat mengurangi keefisienan
menyimak.
6. Hanya
Menyimak Fakta-fakta
Berbagai
telaah menunjukkan bahwa menyimak demi fakta, bukan demi ide atau gagasan,
pasti mengurangi ketepatgunaan atau keefisienan kegiatan menyimak.
7. Melamun
Karena
otak manusia sanggup memproses informasi lebih cepat daripada kecepatan
berbicara yang dilakukan oleh banyak pembicara, sehingga masih banyak waktu
untuk memikirkan hal-hal lain di luar topik yang disajikan oleh pembicara atau
penceramah, penyimak pun menjadi melamun, sehingga mengakibatkan penyimak
kehilangan kontuinitas ide-ide pembicara.
8. Bereaksi
Secara Emosional
Kata-kata,
gaya, cara penampilan pembicara dapat saja mengundang emosi, sehingga kita
tidak menyimak lagi secara rasional, kegagalan menguasai emosi akan mengurangi
mutu penyimakan.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Kegiatan menyimak tidak hanya perlu dipahami
pengertiannya saja namun juga banyak faktor yang mendukung kegiatan menyimak
menjadi efektif dan kritis yaitu salah satunya dengan memperhatikan
faktor-faktor yang mempengaruhi menyimak yaitu, Kebiasaan Jelek Menyimak,
Mengapa Orang Tidak Menyimak, Perilaku Penyimak yang Jelek, Kesalahpahaman dalam Menyimak dan Aneka Masalah dalam
Menyimak, ketika kita sudah mengerti dan memahami faktor-faktor tersebut maka
kita bisa menjadi penyimak yang kritis yang tidak hanya mendengarkan saja namun
bisa meniru serta mempraktekkan materi/ bahan yang telah disimak.
B.
SARAN
Dari makalah faktor-faktor menyimak di atas, penulis
berharap :
a.
Mahasiswa bisa mengetahui berbagai
faktor yang dapat memengaruhi kegiatan menyimak
b. Mahasiswa bisa mengetahui kebiasaan
jelek dalam menyimak
c.
Mahasiswa bisa mengetahui mengapa
orang tidak menyimak
d. Mahasiswa bisa mengetahui apa saja
perilaku penyimak yang jelek
e.
Mahasiswa bisa mengetahui mengapa
bisa terjadi salah paham dalam menyimak
f.
Mahasiswa bisa mengetahui aneka
masalah dalam menyimak
DAFTAR PUSTAKA
Tarigan, Henry G. 2008. Menyimak. Bandung: Angkasa
remajasampit.blogspot.com/.../faktor-yang-mempengaruhi-menyimak.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar