Selasa, 24 November 2015

FAKTOR PEMENGARUH MENYIMAK 2



KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada    kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Faktor Pemengaruh Menyimak II”.
 Makalah ini berisikan tentang Faktor-Faktor yang mempengaruhi menyimak akan kami bahas secara lebih dalam, karena selain kita perlu memahami dan mengerti apa itu keterampilan menyimak, kita juga perlu mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan menyimak itu sendiri.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
       Akhir kata, kami sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir.Semoga dari makalah ini, kita dapat menambah pengetahuan mengenai Faktor-faktor yang mempengaruhi Menyimak.


















ii
DAFTAR ISI
Cover.......................................................................................................... i
Kata Pengantar......................................................................................... ii
Daftar Isi................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang....................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah.................................................................................. 1           
C. Tujuan.................................................................................................... 2           
D. Manfaat.................................................................................................. 2
BAB II KAJIAN TEORI
A.Perilaku Jelek dalam Menyimak……………………………………… 3-5
B.Kesalahpahaman……………………………………………………… 5-6
C.Aneka Permasalahan Menyimak………………………....................... 6-7
D.Mengapa Orang tidak Menyimak?........................................................ 7-8
BAB III PENTUP
A.Kesimpulan……………………………………………………………   9
B.Saran…………………………………………………….......................  9
Daftar Pustaka…………………………………………………………..  10














iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Keterampilan menyimak adalah proses kegiatan mendengarkan lambang lisan dengan penuh perhatian,pemahaman,apresiasi dan interpretasi untuk memperoleh informasi menangkap isi atau pesan dan memahami makna komunikasi pembicara melalui ujaran lisan.Keterampilan menyimak tidak bisa dilepaskan begitu saja dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya oleh karena itu selain kita perlu mengerti dan memahami apa itu keterampilan menyimak,kita juga harus tahu faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Banyak faktor yang mempengaruhi menyiak,diantaranya kebiasaan-kebiasaan jelek dalam kegiatan menyimak,mengapa orang tidak menyimak,kebiasaan umum menyimak yang baik perilaku menyimak yang jelek,kesalahpahaman dan aneka masalah dalam menyimak,oleh karena itu di dalam makalah ini akan kami bahas secara lebih dalam dan terperinci satu persatu faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan menyimak tersebut,sehingga dari makalah ini kitadapat menambah pengetahuan kita mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi menyimak.

B. Rumusan Masalah
1.     Apa saja kebiasaan jelek dalam menyimak?
2.     Mengapa orang tidak menyimak?
3.     Apa saja perilaku jelek dalam menyimak?
4.     Mengapa bisa terjadi kesalahpahaman dalam menyimak?
5.     Apa saja aneka masalah dalam menyimak?





1
C.Tujuan
a.     Untuk mengetahui apa saja kebiasaan jelek dalam menyimak.
b.     Untuk mengetahui mengapa orang tidak menyimak.
c.      Untuk mengetahui perilaku jelek dalam menyimak.
d.     Untuk mengetahui mengapa terjadi kesalahpahaman dalam menyimak.
e.      Untuk mengetahui aneka masalah dalam menyimak.

D.Manfaat
a.     Dapat mengetahui apa saja kebiasaan jelek dalam menyimak.
b.     Dapat mengetahui mengapa orang tidak menyimak.
c.      Dapat mengetahui perilaku jelek dalam menyimak.
d.     Dapat mengetahui mengapa terjadi kesalahpahaman dalam menyimak.
e.      Dapat mengetahui aneka masalah dalam menyimak.















2
BAB II
KAJIAN TEORI

A.Perilaku Jelek dalam Menyimak
Secara garis besar, perilaku-perilaku yang termasuk jelek atau tidak baik dalam praktik menyimak, sebagai berikut :
1.Tidak mau menerima keanehan pembicara
Setiap orang mempunyai keanehan-keanehan sendiri, mempunyai cirri khas. Kepala sama berbulu,pikiran berbeda-beda. Begitu pula halnya dengan pembicara. Setiap pembicara mempunyai cara dan gaya pribadi dalam penampilannya,yang terkadang terasa aneh bagi beberapa pemirsa. Oleh karena itu,para penyimak merasa jengkel,tidak mau menerima keanehan pembicara sebagaimana adanya. Akibatnya kita tidak lagi mempunyai minat dan perhatian utuk menyimak pembicaraannya.
2.Tidak mau memperbaiki sikap
Banyak penyimak yang memiliki sifat munafik. Mereka pura-pura menyimak dengan tekun, dengan tatapan mata yang mantap ke arah pembicara, tetapi pikirannya melayang kemana-mana. Dia pura-pura sibuk mencatat dengan pulpen menari di atas kertas, padahal dia menulis surat kepada seseorang. Tubuh ada di ruang itu, tetapi pikiran dan angan terbang mengembara nun jauh ke alam lain. Akibatnya, dia tidak memiliki minat untuk ujaran pembicara.
3. Tidak mau memperbaiki lingkungan
Adakalanya seseorang duduk pada tempat yang banyak mendapat gangguan bagi kegiatan menyimak, misalnya: duduk dekat pintu, jalan orang keluar masuk dalam suatu ceramah atau khotbah. Jelas, ini merupakan kendala. Walaupun begitu, tidak ada juga uapaya orang itu pindah duduk ke tempat yang lebih tenang dalam ruangan itu. Dia tidak mau mencari tempat yang lebih baik. “Biarlah sajalah!”, katanya dalam hati. Akibatnya, dia tidak dapat menyimak dengan baik karena gangguan dari lingkungan yang penuh dengan polusi itu.



3
4.Tidak dapat menahan diri
Ada saja orang yang tidak sabar, tidak dapat menahan diri. Penyimak jenis ini terus saja ingin bertanya dan member tanggapan kepada pembicara, padahal pembicaraan belum selesai dan belum diketahui ujung pangkalnya. Ini juga merupakan perilaku yang tak dapat ditiru dalam menyimak,suatu perilaku yang jelek. Jelas, perilaku ini mengganggu jalannya pembicaraan.
5.Tidak mau meningkatkan pembuatan catatan
Ada orang yang beranggapan bahwa semakin banyak catatan semakin tinggi nilainya. Pokoknya, catat dan tuis sebanyak mungkin pembicaraan, kuliah, khotbah, atau uacapan seseorang. Dia tidak tahu dan tidak sadar bahwa catatan itu harus singkat dan tepat. Kata-kata kunci, kalimat-kalimat pokok,dan ide-ide utamalah yang perlu dicatat. Mencatat tidak sama dengan merekam.
6.Tidak tahu dan tidak mau menyaring tujuan khusus
Ada orang yang tidak menyadari apa tujuan menyimak suatu pembicaraan secara umum, apalagi tujuan khusus. Hal ini menyebabkan tiadanya ketekunan dan tiada perhatian yang terarah, bahkan tujuan menyimak menjadi tidak menentu arah. Selanjutnya, duduk menjadi tidak tenang,gerak-gerikmgelisah, dan pembicara tidak disimak lagi.
7.Tidak memanfaatkan waktu secara tepat guna
Waktu itu uang,kata pepatah. Ada penyimak yang tidak dapat memanfaatkan waktu secara efisien. Di tengah-tengah kesibukan ada orang yang melamun dan mengantuk. Kegiatan menyimak menuntut kesiapsiagaan memetik butir-butir penting,ide-ide berharga dari seorang pembicara. Justru dalam situasi seperti ini ada orang yang mengantuk bahkan tidur. Sungguh suatu perilaku yang memalukan.
8.Tidak dapat menyimak secara rasional
Ada penyimak yang menuruti perasaannya saja. Dia menyimak secara emosional. Walaupun yang dikemukakan oleh pembicara itu dapat diterima oleh akal sehat, tetapi karena dia benci kepada pembicara,argumentasinya yang rasional itupun ditolak olehnya. Seorang penyimak yang baik harus dapat mempergunakan akal sehat, mempergunakan rasio dalam menerima serta menanggapi ide-ide orang lain.


4
 Dengan perkataan lain, selama seseorang tidak dapat menyimak secara rasional, dia tidak dapat dikatakan sebagai seorang penyimak yang baik. Dia harus dapat mengubah perilakunya yang jelek itu.
9. Tidak mau berlatih menyimak hal-hal yang rumit
Ada orang yang mau enaknya saja, mau mudahnya saja dalam melakukan segala sesuatu, termasuk menyimak. Tidak selamanya sesuatu hal yang mudah diperoleh itu bernilai tinggi, sebaliknya hal-hal yang sulit itu tiada memiliki hikmah. Tidak mau melatih diri untuk menyimak hal-hal yang sulit dan rumit berarti dia tidak mau memahami keseluruhan isi pembicaraan yang dikemukakan oeleh seorang pembicara. Kesulitan dan kerumitan tidak selalu harus dihindari, tetapi harus diatasi dan dipahami.

B.Kesalahpahaman
Berikut kesalahpahaman yang berkaitan dengan perilaku menyimak :
1.  Anggapan bahwa semua perilaku menyimak itu sama saja
Jika kita memeriksa perilaku sendiri dalam satu hari saja, kita akan melihat dengan jelas bahwa perilaku menyimak berubah-ubah secara dramatis dari satu situasi ke situasi lainnya, dari satu pribadi ke pribadi lainnya, karena situasi dan kondisi mengatur perubahan perilaku menyimak seseorang.
2. Anggapan bahwa mendnegar dan menyimak sama saja
Mendengar dan menyimak mempunyai makna yang berbeda, mendengar yaitu suatu proses psikologis ketika gelombang-gelombang bunyi ditransformasikan menjadi impuls-impuls atau gerak hati saraf pendengaran, yang pada gilirannya akan berjalan melalui system saraf balik di dalam pengawasan kemauan maupun luar pengawasan kemauan, sedangkan menyimak adalah suatu operasi psikologis yang rumit yang merupakan sarana untuk merasakan butir-butir atau bagian-bagian lambang dan tanda yang telah disandikan oleh system saraf pusat dan sistem saraf otomatis yang diubah menjadi pesan-pesan yang dapat dipahami.




5
3.  Anggapan bahwa menyimak tidak dapat dikembangkan atau ditingkatkan
Sejumalah program komersial yang terdapat pada wilayah pengebangan enyimak menyatakan bahwa para penggembleng usaha atau bisnis itu merasakan sebaliknya. Memang terdapat perbedaan pendapat atau ketidakcocokan antar para peneliti mengenai
 ketepatgunaan atau keefektifan teknik-teknik latuhan pilihan seperti itu, tetapi modifikasi atau pengawasan terhadap peilaku menyimak yang jelek itu mungkin dilakukan.
4. Anggapan bahwa hanya sedikit waktu yang diperlukan buat menyimak
Hampir setengah waktu berkomunikasi diperuntukkan untuk menyimak, jadi tidak benar bahwa untuk kegiatan menyimak hanya diperlukan waktu sedikit saja (Mc Cabe & Bender, 1981: 91)

C.Aneka Permasalahan Menyimak
1. Memprasangkai Pembicara
Lebih memusatkan perhatian pada gaya dan cara penampilan pembicara ketimbang pesan yang hendak disampaikannya.
2.Berpura-pura Menaruh Perhatian
Terkadang orang berpura-pura menyimak dengan serius dengan menatap pembicara dengan kedua matanya tetapi sebenarnya perhatiannya bukan tertuju kepada pembicara, pikirannya terbang melayang mengembara ke tempat lain.
3. Kebingungan
Gangguan bisa datang dari suara luar dan di dalam ruangan dapat mengganggu konsentrasi kita, semua itu dapat membuat kita bingung, sehingga dapat menjauhkan kita dari ide-ide pembicara.
4. Pertimbangan yang Prematur
Ketika pembicara belum selesai berbicara, terkadang kita sudah mengambil pertimbangan.
5. Salah Membuat Catatan
Mencoba menulis terlalu banyak ataupun mencoba menyelesaikan ide-ide pembicara dengan suatu pola yang telah dirancang sebelumnya dapat mengurangi keefisienan menyimak.

6
6. Hanya Menyimak Fakta-fakta
Berbagai telaah menunjukkan bahwa menyimak demi fakta, bukan demi ide atau gagasan, pasti mengurangi ketepatgunaan atau keefisienan kegiatan menyimak.
7. Melamun
Karena otak manusia sanggup memproses informasi lebih cepat daripada kecepatan berbicara yang dilakukan oleh banyak pembicara, sehingga masih banyak waktu untuk memikirkan hal-hal lain di luar topik yang disajikan oleh pembicara atau
penceramah, penyimak pun menjadi melamun, sehingga mengakibatkan penyimak kehilangan kontuinitas ide-ide pembicara.
8. Bereaksi Secara Emosional
Kata-kata, gaya, cara penampilan pembicara dapat saja mengundang emosi, sehingga kita tidak menyimak lagi secara rasional,kegagalan menguasai emosi akan mengurangi mutu penyimakan.

D.Mengapa Orang tidak Menyimak?
Ada berapa sebab membuat orang tidak menyimak, antara lain:
1.Orang berada dalam keadaan capek.
Orang yang capek biasanya malas enyimak. Klaupun dipaksakan juga, dia hanya menyimak setengah-setengah saja, seoerti kata peribahasa orang-orang tua, hanya di dengar, masuk tidak didengarkan, memang didengar tetapi tidak disimak, masuk dari telinga kanan keluar dari telinga kiri.
2. Orang berada dalam keadaan tergesa-gesa
Orang yang berada dalam keadaan tergesa-gesa pun tidak akan dapat menyimak dengan baik. Ketergesa-gesaan, secara eksplisit menyatakan ketidaktenangan. Orang mengerjakan sesuatu dengan baik, begitu pula halnya dengan kegiatan menyimak. Ketenangan merupakan modal utama dalam melakukan sesuatu.





7
3. Orang berada dalam keadaan bingung,pikiran sedang hancur
Pada saat pikiran sedang bingung, sulitlah kita dapat menyimak dengan baik. Pembicara atau seorang professor mempunyai suatu cara menggaruk kepalanya yang dapat mengingatkan seorang siswa atau seorang penyimak pada cara ayahnya menggaruk kepala setiap kali dia mengomel atau marah kepadanya. Sebagai akibatnya, pikiran orang itu melayang ke tempat dan waktu kain, dia bingung dan pikirannya sedang kacau, dan sebagai akibatnya dia tidak menyimak lagi.
4. Orang yang dapat dibingungkan oleh faktor-faktor lain :
a.Ucapan-ucapan yang munafik
b. Penyimak dijejali dengan pesan bernada memerintah ataupun berbau slogan politik
c.Banyak perintah birokratis
d. Cenderung menjauhkan diri dari prasangka-prasangka
Golongan orang yang banyak menyimak pada diri sendiri sehingga tidak memiliki waktu mendengarkan atau menyimak orang lain:
1.Tipe bunga karang (tipe penyerap)
2. Tipe orang berdikari (menolak untuk menyimak)
3.Tipe seniman ingatan (menolak untuk menyimak secara sadar)
4. Tipe orang yang tergoda bukan oleh pribadi tertentu (mendapat informasi dari media)
5. Tipe orang yang menyukai bunyi alamiah (kicau burung serta keriuhan kota merupakan musik bagi perangkat penerima sensitifnya tidak mau mendnegar ocehan pembicara)
6. Estetikus luar biasa (mendengar atau menyimak musik bukan untuk kesenangan atau kenikmatan)
7. Tipe siap tenpur (sibuk dengan memikirkan jawaban-jawaban yang akan diajukan, sehingga tidak ada waktu untuk menyimak)





8
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Kegiatan menyimak tidak hanya perlu dipahami pengertiannya saja namun juga banyak faktor yang mendukung kegiatan menyimak menjadi efektif dan kritis yaitu salah satunya dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi menyimak yaitu Kebiasaan Jelek Menyimak, Mengapa Orang Tidak Menyimak, Perilaku Penyimak yang Jelek, Kesalahpahaman dalam Menyimak dan Aneka Masalah dalam Menyimak, ketika kita sudah mengerti dan memahami faktor-faktor tersebut maka kita bisa menjadi penyimak yang kritis yang tidak hanya mendengarkan saja namun bisa meniru serta mempraktekkan materi/ bahan yang telah disimak.

B.Saran
Dari makalah faktor-faktor menyimak di atas, penulis berharap :
a.Mahasiswa bisa mengetahui kebiasaan jelek dalam menyimak
b. Mahasiswa bisa mengetahui mengapa orang tidak menyimak
c. Mahasiswa bisa mengetahui apa saja perilaku penyimak yang jelek
d. Mahasiswa bisa mengetahui mengapa bisa terjadi salah paham dalam menyimak
e. Mahasiswa bisa mengetahui aneka masalah dalam menyimak











9
DAFTAR PUSTAKA
Mc Cabe, Jr.; Bernard P. & Coleman P. Bender.1981. Speaking is a Practical Matter. Boston: Ally and Bacon, Inc.
Salisbury; Rachel. 1995. Beter Languangge and Thinking. New York: Appleton-Century-Crofts Inc.
Siliverman, Julian. 1970. “Attentional Styles and the Study of Sex Differences”, dalam David I. Mostofsky [ed], 1970: Attention: Contemporary Theory and Analysis. New York: Appleton-Century-Crofts.
























10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar