KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami
panjatkan kehadirat Allah SWT yang
telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul
“Faktor
Pemengaruh Menyimak II”.
Makalah ini berisikan tentang
Faktor-Faktor yang
mempengaruhi menyimak akan kami bahas secara lebih dalam, karena selain kita perlu memahami dan mengerti apa itu keterampilan menyimak, kita juga perlu mengetahui
faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan menyimak itu sendiri.
Kami
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik
dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan
serta dalam penyusunan
makalah ini dari awal sampai akhir.Semoga dari makalah ini, kita dapat
menambah pengetahuan mengenai
Faktor-faktor yang mempengaruhi Menyimak.
ii
DAFTAR ISI
Cover.......................................................................................................... i
Kata
Pengantar......................................................................................... ii
Daftar
Isi................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.......................................................................................
1
B. Rumusan Masalah..................................................................................
1
C. Tujuan....................................................................................................
2
D. Manfaat..................................................................................................
2
BAB II KAJIAN TEORI
A.Perilaku Jelek dalam
Menyimak……………………………………… 3-5
B.Kesalahpahaman………………………………………………………
5-6
C.Aneka Permasalahan
Menyimak………………………....................... 6-7
D.Mengapa Orang tidak
Menyimak?........................................................ 7-8
BAB III PENTUP
A.Kesimpulan…………………………………………………………… 9
B.Saran……………………………………………………....................... 9
Daftar
Pustaka………………………………………………………….. 10
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Keterampilan menyimak adalah proses kegiatan mendengarkan lambang lisan
dengan penuh perhatian,pemahaman,apresiasi dan interpretasi untuk memperoleh
informasi menangkap isi atau pesan dan memahami makna komunikasi pembicara
melalui ujaran lisan.Keterampilan menyimak tidak bisa dilepaskan begitu saja
dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya oleh karena itu selain kita perlu
mengerti dan memahami apa itu keterampilan menyimak,kita juga harus tahu
faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Banyak faktor yang mempengaruhi menyiak,diantaranya kebiasaan-kebiasaan
jelek dalam kegiatan menyimak,mengapa orang tidak menyimak,kebiasaan umum
menyimak yang baik perilaku menyimak yang jelek,kesalahpahaman dan aneka
masalah dalam menyimak,oleh karena itu di dalam makalah ini akan kami bahas
secara lebih dalam dan terperinci satu persatu faktor-faktor yang mempengaruhi
kegiatan menyimak tersebut,sehingga dari makalah ini kitadapat menambah
pengetahuan kita mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi menyimak.
B. Rumusan
Masalah
1.
Apa saja kebiasaan jelek dalam menyimak?
2.
Mengapa orang tidak menyimak?
3.
Apa saja perilaku jelek dalam menyimak?
4.
Mengapa bisa terjadi kesalahpahaman dalam menyimak?
5.
Apa saja aneka masalah dalam menyimak?
1
C.Tujuan
a.
Untuk mengetahui apa saja kebiasaan jelek dalam menyimak.
b.
Untuk mengetahui mengapa orang tidak menyimak.
c.
Untuk mengetahui perilaku jelek dalam menyimak.
d.
Untuk mengetahui mengapa terjadi kesalahpahaman dalam
menyimak.
e.
Untuk mengetahui aneka masalah dalam menyimak.
D.Manfaat
a.
Dapat mengetahui apa saja kebiasaan jelek dalam menyimak.
b.
Dapat mengetahui mengapa orang tidak menyimak.
c.
Dapat mengetahui perilaku jelek dalam menyimak.
d.
Dapat mengetahui mengapa terjadi kesalahpahaman dalam
menyimak.
e.
Dapat mengetahui aneka masalah dalam menyimak.
2
BAB II
KAJIAN TEORI
A.Perilaku Jelek dalam Menyimak
Secara garis besar,
perilaku-perilaku yang termasuk jelek atau tidak baik dalam praktik menyimak,
sebagai berikut :
1.Tidak mau menerima keanehan pembicara
Setiap orang
mempunyai keanehan-keanehan sendiri, mempunyai cirri khas. Kepala sama
berbulu,pikiran berbeda-beda. Begitu pula halnya dengan pembicara. Setiap
pembicara mempunyai cara dan gaya pribadi dalam penampilannya,yang terkadang
terasa aneh bagi beberapa pemirsa. Oleh karena itu,para penyimak merasa
jengkel,tidak mau menerima keanehan pembicara sebagaimana adanya. Akibatnya
kita tidak lagi mempunyai minat dan perhatian utuk menyimak pembicaraannya.
2.Tidak mau
memperbaiki sikap
Banyak penyimak
yang memiliki sifat munafik. Mereka pura-pura menyimak dengan tekun, dengan
tatapan mata yang mantap ke arah pembicara, tetapi pikirannya melayang
kemana-mana. Dia pura-pura sibuk mencatat dengan pulpen menari di atas kertas,
padahal dia menulis surat kepada seseorang. Tubuh ada di ruang itu, tetapi
pikiran dan angan terbang mengembara nun jauh ke alam lain. Akibatnya, dia
tidak memiliki minat untuk ujaran pembicara.
3. Tidak
mau memperbaiki lingkungan
Adakalanya
seseorang duduk pada tempat yang banyak mendapat gangguan bagi kegiatan
menyimak, misalnya: duduk dekat pintu, jalan orang keluar masuk dalam suatu ceramah
atau khotbah. Jelas, ini merupakan kendala. Walaupun begitu, tidak ada juga
uapaya orang itu pindah duduk ke tempat yang lebih tenang dalam ruangan itu.
Dia tidak mau mencari tempat yang lebih baik. “Biarlah sajalah!”, katanya dalam
hati. Akibatnya, dia tidak dapat menyimak dengan baik karena gangguan dari
lingkungan yang penuh dengan polusi itu.
3
4.Tidak dapat
menahan diri
Ada saja orang
yang tidak sabar, tidak dapat menahan diri. Penyimak jenis ini terus saja ingin
bertanya dan member tanggapan kepada pembicara, padahal pembicaraan belum
selesai dan belum diketahui ujung pangkalnya. Ini juga merupakan perilaku yang
tak dapat ditiru dalam menyimak,suatu perilaku yang jelek. Jelas, perilaku ini
mengganggu jalannya pembicaraan.
5.Tidak mau
meningkatkan pembuatan catatan
Ada orang yang
beranggapan bahwa semakin banyak catatan semakin tinggi nilainya. Pokoknya,
catat dan tuis sebanyak mungkin pembicaraan, kuliah, khotbah, atau uacapan
seseorang. Dia tidak tahu dan tidak sadar bahwa catatan itu harus singkat dan
tepat. Kata-kata kunci, kalimat-kalimat pokok,dan ide-ide utamalah yang perlu
dicatat. Mencatat tidak sama dengan merekam.
6.Tidak tahu
dan tidak mau menyaring tujuan khusus
Ada orang yang
tidak menyadari apa tujuan menyimak suatu pembicaraan secara umum, apalagi
tujuan khusus. Hal ini menyebabkan tiadanya ketekunan dan tiada perhatian yang
terarah, bahkan tujuan menyimak menjadi tidak menentu arah. Selanjutnya, duduk
menjadi tidak tenang,gerak-gerikmgelisah, dan pembicara tidak disimak lagi.
7.Tidak
memanfaatkan waktu secara tepat guna
Waktu itu
uang,kata pepatah. Ada penyimak yang tidak dapat memanfaatkan waktu secara
efisien. Di tengah-tengah kesibukan ada orang yang melamun dan mengantuk.
Kegiatan menyimak menuntut kesiapsiagaan memetik butir-butir penting,ide-ide
berharga dari seorang pembicara. Justru dalam situasi seperti ini ada orang
yang mengantuk bahkan tidur. Sungguh suatu perilaku yang memalukan.
8.Tidak dapat
menyimak secara rasional
Ada penyimak yang
menuruti perasaannya saja. Dia menyimak secara emosional. Walaupun yang
dikemukakan oleh pembicara itu dapat diterima oleh akal sehat, tetapi karena
dia benci kepada pembicara,argumentasinya yang rasional itupun ditolak olehnya.
Seorang penyimak yang baik harus dapat mempergunakan akal sehat, mempergunakan
rasio dalam menerima serta menanggapi ide-ide orang lain.
4
Dengan perkataan lain, selama seseorang tidak
dapat menyimak secara rasional, dia tidak dapat dikatakan sebagai seorang
penyimak yang baik. Dia harus dapat mengubah perilakunya yang jelek itu.
9. Tidak
mau berlatih menyimak hal-hal yang rumit
Ada orang yang
mau enaknya saja, mau mudahnya saja dalam melakukan segala sesuatu, termasuk
menyimak. Tidak selamanya sesuatu hal yang mudah diperoleh itu bernilai tinggi,
sebaliknya hal-hal yang sulit itu tiada memiliki hikmah. Tidak mau melatih diri
untuk menyimak hal-hal yang sulit dan rumit berarti dia tidak mau memahami
keseluruhan isi pembicaraan yang dikemukakan oeleh seorang pembicara. Kesulitan
dan kerumitan tidak selalu harus dihindari, tetapi harus diatasi dan dipahami.
B.Kesalahpahaman
Berikut kesalahpahaman yang
berkaitan dengan perilaku menyimak :
1. Anggapan
bahwa semua perilaku menyimak itu sama saja
Jika kita
memeriksa perilaku sendiri dalam satu hari saja, kita akan melihat dengan jelas
bahwa perilaku menyimak berubah-ubah secara dramatis dari satu situasi ke
situasi lainnya, dari satu pribadi ke pribadi lainnya, karena situasi dan
kondisi mengatur perubahan perilaku menyimak seseorang.
2. Anggapan
bahwa mendnegar dan menyimak sama saja
Mendengar dan
menyimak mempunyai makna yang berbeda, mendengar yaitu suatu proses psikologis
ketika gelombang-gelombang bunyi ditransformasikan menjadi impuls-impuls atau
gerak hati saraf pendengaran, yang pada gilirannya akan berjalan melalui system
saraf balik di dalam pengawasan kemauan maupun luar pengawasan kemauan,
sedangkan menyimak adalah suatu operasi psikologis yang rumit yang merupakan
sarana untuk merasakan butir-butir atau bagian-bagian lambang dan tanda yang
telah disandikan oleh system saraf pusat dan sistem saraf otomatis yang diubah
menjadi pesan-pesan yang dapat dipahami.
5
3. Anggapan
bahwa menyimak tidak dapat dikembangkan atau ditingkatkan
Sejumalah program
komersial yang terdapat pada wilayah pengebangan enyimak menyatakan bahwa para
penggembleng usaha atau bisnis itu merasakan sebaliknya. Memang terdapat
perbedaan pendapat atau ketidakcocokan antar para peneliti mengenai
ketepatgunaan atau keefektifan teknik-teknik
latuhan pilihan seperti itu, tetapi modifikasi atau pengawasan terhadap peilaku
menyimak yang jelek itu mungkin dilakukan.
4. Anggapan
bahwa hanya sedikit waktu yang diperlukan buat menyimak
Hampir setengah
waktu berkomunikasi diperuntukkan untuk menyimak, jadi tidak benar bahwa untuk
kegiatan menyimak hanya diperlukan waktu sedikit saja (Mc Cabe & Bender,
1981: 91)
C.Aneka Permasalahan Menyimak
1. Memprasangkai
Pembicara
Lebih memusatkan
perhatian pada gaya dan cara penampilan pembicara ketimbang pesan yang hendak
disampaikannya.
2.Berpura-pura
Menaruh Perhatian
Terkadang orang
berpura-pura menyimak dengan serius dengan menatap pembicara dengan kedua
matanya tetapi sebenarnya perhatiannya bukan tertuju kepada pembicara, pikirannya
terbang melayang mengembara ke tempat lain.
3. Kebingungan
Gangguan bisa
datang dari suara luar dan di dalam ruangan dapat mengganggu konsentrasi kita,
semua itu dapat membuat kita bingung, sehingga dapat menjauhkan kita dari
ide-ide pembicara.
4. Pertimbangan
yang Prematur
Ketika pembicara
belum selesai berbicara, terkadang kita sudah mengambil pertimbangan.
5. Salah
Membuat Catatan
Mencoba menulis
terlalu banyak ataupun mencoba menyelesaikan ide-ide pembicara dengan suatu
pola yang telah dirancang sebelumnya dapat mengurangi keefisienan menyimak.
6
6. Hanya
Menyimak Fakta-fakta
Berbagai telaah
menunjukkan bahwa menyimak demi fakta, bukan demi ide atau gagasan, pasti
mengurangi ketepatgunaan atau keefisienan kegiatan menyimak.
7. Melamun
Karena otak
manusia sanggup memproses informasi lebih cepat daripada kecepatan berbicara
yang dilakukan oleh banyak pembicara, sehingga masih banyak waktu untuk
memikirkan hal-hal lain di luar topik yang disajikan oleh pembicara atau
penceramah, penyimak pun
menjadi melamun, sehingga mengakibatkan penyimak kehilangan kontuinitas ide-ide
pembicara.
8. Bereaksi
Secara Emosional
Kata-kata, gaya,
cara penampilan pembicara dapat saja mengundang emosi, sehingga kita tidak
menyimak lagi secara rasional,kegagalan menguasai emosi akan mengurangi mutu
penyimakan.
D.Mengapa Orang tidak Menyimak?
Ada berapa sebab membuat orang tidak menyimak,
antara lain:
1.Orang berada dalam keadaan
capek.
Orang yang capek biasanya malas
enyimak. Klaupun dipaksakan juga, dia hanya menyimak setengah-setengah saja,
seoerti kata peribahasa orang-orang tua, hanya di dengar, masuk tidak
didengarkan, memang didengar tetapi tidak disimak, masuk dari telinga kanan
keluar dari telinga kiri.
2. Orang berada
dalam keadaan tergesa-gesa
Orang yang berada dalam keadaan
tergesa-gesa pun tidak akan dapat menyimak dengan baik. Ketergesa-gesaan,
secara eksplisit menyatakan ketidaktenangan. Orang mengerjakan sesuatu dengan
baik, begitu pula halnya dengan kegiatan menyimak. Ketenangan merupakan modal
utama dalam melakukan sesuatu.
7
3. Orang berada
dalam keadaan bingung,pikiran sedang
hancur
Pada saat pikiran sedang bingung,
sulitlah kita dapat menyimak dengan baik. Pembicara atau seorang professor
mempunyai suatu cara menggaruk kepalanya yang dapat mengingatkan seorang siswa
atau seorang penyimak pada cara ayahnya menggaruk kepala setiap kali dia
mengomel atau marah kepadanya. Sebagai akibatnya, pikiran orang itu melayang ke
tempat dan waktu kain, dia bingung dan pikirannya sedang kacau, dan sebagai
akibatnya dia tidak menyimak lagi.
4. Orang yang dapat dibingungkan oleh faktor-faktor lain
:
a.Ucapan-ucapan yang munafik
b. Penyimak dijejali dengan pesan
bernada memerintah ataupun berbau slogan politik
c.Banyak perintah birokratis
d. Cenderung menjauhkan diri dari prasangka-prasangka
Golongan orang yang banyak menyimak pada diri sendiri
sehingga tidak memiliki waktu mendengarkan atau menyimak orang lain:
1.Tipe bunga karang (tipe
penyerap)
2. Tipe orang berdikari (menolak untuk
menyimak)
3.Tipe seniman ingatan (menolak
untuk menyimak secara sadar)
4. Tipe orang yang tergoda bukan oleh pribadi tertentu (mendapat informasi dari media)
5. Tipe
orang yang menyukai bunyi alamiah (kicau burung serta keriuhan kota merupakan musik bagi
perangkat penerima sensitifnya tidak mau mendnegar ocehan pembicara)
6. Estetikus luar biasa (mendengar atau menyimak musik bukan untuk kesenangan
atau kenikmatan)
7. Tipe siap tenpur (sibuk dengan memikirkan jawaban-jawaban yang akan
diajukan, sehingga tidak ada waktu untuk menyimak)
8
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Kegiatan
menyimak tidak hanya perlu dipahami pengertiannya saja namun juga banyak faktor
yang mendukung kegiatan menyimak menjadi efektif dan kritis yaitu salah satunya
dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi menyimak yaitu Kebiasaan
Jelek Menyimak, Mengapa Orang Tidak Menyimak, Perilaku Penyimak yang Jelek,
Kesalahpahaman dalam Menyimak dan Aneka Masalah dalam Menyimak, ketika kita
sudah mengerti dan memahami faktor-faktor tersebut maka kita bisa menjadi
penyimak yang kritis yang tidak hanya mendengarkan saja namun bisa meniru serta
mempraktekkan materi/ bahan yang telah disimak.
B.Saran
Dari
makalah faktor-faktor menyimak di atas, penulis berharap :
a.Mahasiswa bisa mengetahui kebiasaan jelek dalam menyimak
b. Mahasiswa bisa mengetahui mengapa orang tidak menyimak
c. Mahasiswa bisa mengetahui apa saja perilaku penyimak yang
jelek
d. Mahasiswa bisa mengetahui mengapa bisa terjadi salah paham
dalam menyimak
e. Mahasiswa bisa mengetahui aneka masalah dalam menyimak
9
DAFTAR PUSTAKA
Mc Cabe, Jr.; Bernard P.
& Coleman P. Bender.1981. Speaking is
a Practical Matter. Boston: Ally and Bacon, Inc.
Salisbury; Rachel. 1995. Beter Languangge and Thinking. New York:
Appleton-Century-Crofts Inc.
Siliverman, Julian. 1970.
“Attentional Styles and the Study of Sex
Differences”, dalam David I. Mostofsky [ed], 1970: Attention: Contemporary Theory and Analysis. New York:
Appleton-Century-Crofts.
10
Tidak ada komentar:
Posting Komentar